Ternate dan Cerita-cerita yang Belum Tuntas

By Kabar Pulau 19 Jan 2017, 16:21:41 WITOpini

Ternate dan Cerita-cerita yang Belum Tuntas

ecara berbarengan; meski tak punya uang, menonton pun bisa. Lalu bagaimana dengan pasar tradisional yang sekarang kita kenal dengan sebutan pasar Higienis? Di kota ini, aneh dan miris melukai hati. Bagaimana tidak, mereka yang terpusat di pasar tradisional tak dihias dan ditata—layaknya sebuah pasar pada umumnya. Malah sebagiannya berjualan di pelataran, sebagiannya lagi berjualan di dalam gedung pasar Higienis itu. Dengan jualan serupa, tentu yang mendapat tempat di dalam gedung hendak menyapu dada ‘bersabar’ menunggu rezeki yang mungkin singgah duluan menyapa mereka yang sedang berjualan di pelataran.

Sudah begitu, Hypermart seakan menjawab masalah-masalah tersebut. Orang-orang berpindah tujuan. Merasa elit, pasar tradisional pun jarang disentuh. Pola dan perilaku inilah yang membuat Mustofa ingin ceritakan dalam karya novelnya.

Sepertinya pemerintah tak boleh “diam”. Jika memang pembangunan itu bukan untuk menghimpit mereka yang ‘kecil’ paling tidak dapat menuntaskan persaingan dan pergulatan pasar yang tak lagi rasional. Yasraf Amir Piliang, dalam tulisannya yang ia bukukan dengan judul Dunia yang Dilipat, pun menyinggung tentang hal ini. Yasraf menyebut potret sebuah kota merupakan potret dari masyarakatnya. Artinya, perubahan sebuah kota menandai perubahan manusia di dalamnya. Munculnya pusat perbelanjaan yang besar mewahnya, merupakan isyarat perubahan daripada sebuah kota. Masyarakat Ternate mengalami itu, tapi pemerintahnya membiarkan itu.

Kota kecil ini, seolah terlipat dalam lipatan pembangunan yang berlebihan. Ternate ditanami gedung-gedung perbelanjaan yang tidak saja mengancam  perilaku manusia, melainkan telah membunuh perilaku lingkungan. Setiap pembangunan ruko, dan pusat-pusat perbelanjaan mewah adakalanya melipat ruang publik dengan tidak biasa. Rekla

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar