Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

masuknya program resettlement yang mengeluarkan orang Togutil dari hutan, pihak Depsos mengambil salah satu komunitas yang dituakan atau biasa disebut “Dimono” untuk menjadi pengarah kepada yang lain.

Pada tahun 1978 warga Togutil Dodaga yang ada di dalam hutan dikeluarkan, tetapi hanya tujuh kepala keluarga (KK) saja dan ditempatkan di lokasi yang sudah disiapkan Depsos. Kemudian di tempat yang sama juga dibangun 52 unit rumah, diberi bantuan makanan, sep­erti kacang hijau, beras, gula, dan mie instan.

Menurut masyarakat Dodaga, pada saat itu mereka yang baru keluar dari dalam hutan tidak biasa tinggal di rumah yang disediakan pemerintah, karena rasa dan kenyamanannya jauh berbeda dibanding tempat ting­gal mereka yang terbuat dari daun woka tanpa dinding. Tempat tinggal dari daun woka itu, jauh lebih enak dan nyaman.

Di dalam hutan, orang Togutil membangun tem­pat tinggal sederhana dengan menggunakan atap yang dibuat dari daun woka. Daun ini tidak saja menjadi atap dari rumah mereka, tetapi juga bisa dibuat menjadi tem­pat makanan dan berbagai peralatan lainnya. Tempat tinggal itu, biasanya tak ada dinding. Jika nanti ada yang akan melahirkan, barulah dibuatkan dinding dari daun woka.

Madiki seorang tetua kampung mengisahkan; awalnya Depsos mengambilnya untuk dijadikan pembi­na bagi orang Togutil Dodaga lainnya. Madiki lalu dibawa ke Ambon (dulu ibukota provinsi), untuk dibina. Madiki menjadi penting, karena Madiki adalah orang yang dide-ngar, dituakan (Dimono) oleh warga dan lebih fasih ber­bahasa Tobelo sehingga bisa berkomunikasi dengan banyak orang dari luar mereka. Madiki dipersiapkan untuk men­jadi pengarah agar orang Togutil dapat keluar dari hutan.

Mulai pada tahun 1978 Madiki menjadi pembina, mengara

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar