Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

atu wilayah ko­munal yang disebut Raki Ma’Amoko atau Dusun Raja. Perkebunan sagu ini berada di daerah kampung tua atau Kali Meja.

“Dulu, di Kali Meja torang pe orang suku Tobelo bek­ing (kawal/jaga) sagu di situ, jadi Raki Ma’Amoko orang Dodaga yang punya. Cuma ada yang dari luar bisa berdatangan ambil. Suku Tobelo suka berbagi makanan dengan orang luar waktu itu”.

Orang Togutil Dodaga adalah pemburu handal, dan perpindahan tempat tinggal adalah hal yang biasa. Mo­tif perpindahan dari Kali Meja ke tempat lain ditentu­kan dari hasil buruan, kalau satu tempat hewan seperti babi dan rusa mulai berkurang, maka mereka mencari lagi di tempat yang masih banyak hewan buruan. Kalau di tempat tersebut banyak hewan buruan maka di situ akan ditempati.

Di Kali Meja, dulunya ada pohon sagu yang sangat banyak dan itu menjadi stok makanan masyarakat. Ke­hidupan yang dekat dengan bahan makanan tetapi masih saja ada perpindahan tempat tinggal hingga sekarang terbentuk kampung Dodaga. Masyarakat Dodaga saat ini menyebut Kali Meja sebagai “Kampung Tua”, tempat per­tamakali orang tua–tua mereka membangun kampung.

Setelah terbentuknya Desa Dodaga, terbentuk pula dua dusun yakni Dusun Rai Tukur-tukur dan Dusun Tit­ipa (dulunya disebut Totodoku). Terbentuknya Dodaga, Rai Tukur-tukur ini berawal dari masuknya program dari Departemen Sosial. Anehnya, program ini diberi nama program “Tuna Budaya” dimana warga Dodaga hanya menjadi objek semata. Mereka dianggap tidak berbu­daya, maka perlu dibudayakan, sebagai objek. Diajarkan cara hidup yang katanya modern atau kehidupan yang “layak”. Atau juga, penyebutan“Tuna Budaya” ini seakan menganggap mereka cacat budaya.

Sebelum

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar