Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

g juga berdekatan den­gan lokasi transmigran SP 4. Beberapa komunitas menjaga Dusun Raja Sagu tersebut sebagai sumber makanan.

“Dulu, saya punya kebun juga ada di SP 4, luas 2 hek­tar, saya tanam ubi, petatas, pisang, dan sayur-sayur. Waktu itu orang PT. Sandra datang gusur, saya minta ganti rugi 150 ribu, tapi orang PT. Sandra tara (tidak) mau, jadi dong kasih 25 ribu dengan beras 50 kg saja. Saya tidak melawan karena saya tidak sekolah tinggi to, tidak tahu hukum”.

Dengan masuknya transmigrasi, pola konsumsi harian Om Kasiang pun jadi beragam, yang dulunya ma­kan sagu, ubi, petatas, dan padi ladang, kini lebih ber­gantung dengan padi sawah. Selain itu, untuk kebutuhan minum, Om Kasiang mulai terbiasa membeli air galon dengan harga tujuh ribu. Alasannya, karna dia sebagai orang Togutil tidak mau meminum air sungai yang sudah tercemar dengan kotoran sapi dan pupuk pestisida yang masuk ke sungai dari kegiatan petani mencuci tanaman di sekitar sungai.

Selain membeli menggunakan uang, sistem bar­ter juga berjalan antara orang Togutil Dodaga dengan masyarakat di pemukiman transmigran. Om Kasiang menambahkan;

“Saya pe (punya) maitua (isteri) itu sering ke trans bawa pisang, ubi, petatas (ubi jalar) untuk tukar dengan beras. Sampai sekarang masih dilakukan”.

Sebelumnya Om Kasiang tinggal berpindah-pindah di hutan Dodaga. Sampai kedatangan seorang guru pada tahun 1959 dari buli. Om kasiang dan beberapa teman sempat belajar selama tiga tahun bersama guru itu. Saat itu, ia belajar berhitung, ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu bumi, dan menggambar.

“Berhitung itu ada namanya remis, 1 remis sama dengan 5 sen. Ketip misalnya 1 ketip sama dengan 10 sen, dan pelajaran kelip. 1 kelip sama

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar