Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

ensi mempertahankan tradisi menanam dari nenek moyang masih tetap diberlakukan oleh anak-cucu orang Togutil sampai sekarang ini karna faktor cita rasa makanan.

 

Sungai Dodaga

Orang Togutil Dodaga sangat bergantung hidup-nya pada keberadaan sungai. Sungai selain sebagai untuk pemenuhan kebutuhan air minum, juga untuk sumber pangan lainnya. Kini sungai utama yang jadi sandaran hidup, yakni Sungai Dodaga sudah tercemar, dan orang Togutil Dodaga tidak bisa lagi mencari hidup dari sungai ini.

Pencemaran sungai pertama kali berlangsung ka­rena pola kegiatan transmigran. Transmigran yang biasa beternak sapi, terkadang suka membuang kotoran he­wan ke dalam sungai. Atau kalau tidak, membuang sisa potongan daging sapi ke dalam sungai. Begitu juga keg­iatan menanam padi sawah basah menggunakan pupuk atau obat kimia untuk melindungi padi dari hama, dan nantinya aliran air sawah yang mengandung zat-zat kimia itu kembali masuk ke sungai. Begitu juga ketika trans­migran suka mencuci tanaman berbahan kimia (seperti pestisida) di sungai.

Hal-hal tersebut membuat masyarakat Dodaga yang hidupnya mengandalkan sungai merasa resah akan ulah masyarakat transmigran. Karena sungai dimanfaat­kan untuk air minum dan mencari ikan. Seorang warga Togutil Dodaga pernah mengatakan;

“Dulu torang dapa udang basar-basar. Tapi sekarang udang yang basar bagitu torang su tra liat. Itu kar­na dorang buang sisa–sisa pupuk di kali kong ikang deng udang tong su tra dapa lia. Dorang juga bara­cong ikan pake racong yang dong bali di toko, kong skarang orang-orang Dodaga me iko lagi. Padahal kalo mo baracong ada tong pe orang tua-tua per­nah kasi ajar pe torang dulu tapi pake akar pohon yang hanya bisa kasi pus

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar