Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

di toko–toko dan sudah menjadi ket­ergantungan terhadap pupuk. Sedangkan masyarakat Togutil Dodaga atau orang Tobelo lainnya, sama sekali tidak menggunakan pupuk saat menanam.

Pupuk menciptakan ketergantungan terhadap petani transmigran, yang berharap dapat memanen lebih cepat dengan hasil terjamin. Awalnya, ketergantungan pada pupuk justru bersebab adanya pupuk bantuan dari Di­nas Pertanian, yang alasannya saat itu untuk menda­pat kualitas padi yang bagus jadi harus manggunakan pupuk. Menurut Dinas Pertanian, kalau tanaman yang menggunakan pupuk dengan teratur akan mendapatkan hasil yang kualitasnya juga bagus atau kualitasnya no­mor satu.

Alasan yang cukup sederhana bagi Dinas Pertanian untuk mengiming-imingi masyarakat, dan alasan itu kini dilanjutkan juga oleh toko-toko yang menjual pupuk atau obat bagi tanaman lainnya seperti cabe keriting, tomat, dan lain-lain. Kertergantungan masyarakat transmigran ini bisa jadi membuat masyarakat lokal atau orang To­belo juga mengikuti untuk menggunakan pupuk untuk tanaman pada kebun mereka. Rata-rata orang suku To­belo menanam kasbi atau singkong, pisang, sayur, buah-buahan, kelapa, dan jagung, tanpa menggunakan pupuk dan masih menggunakan cara lama.

Beberapa orang ibu-ibu di Tukur-tukur menye­butkan pengalaman mereka, pernah mereka menanam dengan menggunakan pupuk. Setelah panen, tanah yang diberi pupuk justru mulai mengeras dan semakin tidak subur. Akibatnya pupuk mesti diberi kembali, dan bisa jadi lebih banyak. Alhasil, pupuk menciptakan keter­gantungan. Ibu-ibu ini pun membedakan kualitas panen dari kualitas rasa dari hasil panen. Biasanya, hasil panen dengan menggunakan pupuk, rasanya tidak seenak has­il panen yang tidak menggunakan pupuk. Jadinya para ibu-ibu ini meninggalkan cara bertani memakai pupuk. Konsist

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar