Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

hasil lansa yang cukup besar. Bila harinya sudah datang, lansa sudah bisa dipanen, maka kampung akan sangat ramai dengan pendatang; dari Subaim, Bula Papo, dan Lolobata, datang untuk membeli buah lansa.

Tradisi-budaya di sekitar lansa pernah berkembang marak. Dulu, tradisi saat panen lansa, pendatang dari kampung lain akan datang untuk menukar lansa dengan kue. Biasanya dengan menggunakan kue waji yang ter­buat dari campuran gula aren dan beras pulut. Ada juga tradisi saling lempar buah lansa, sebagai kegembiraan karna saking banyaknya lansa pada waktu itu. Sekarang pohon lansa makin berkurang karna masyarakat sudah banyak menanam kelapa, dan pengalihan lahan menjadi kawasan pemukiman transmigran (SP).

Ruang hidup dan wilayah jelajah masyarakat setem­pat berubah saat pemerintah mendatangkan masyarakat transmigran dari Jawa. Pada tahun 1982, pembangunan infrastruktur untuk masyarakat transmigran sangat diperhatikan oleh pihak pemerintahan setempat, sejak pemberian tanah, rumah dan pekarangan, pemberian pupuk, bantuan bibit, dan sebagainya.

Sejak ada transmigran, kerapkali terjadi perselisi­han antar warga setempat dengan transmigran penda­tang. Biasanya disebabkan karena perbedaan persepsi atas tanah dan kebun. Bagi orang Tobelo pada umumnya (termasuk orang Togutil), masalah kebun sudah merupa­kan adat tradisi sejak leluhur. Kebun dalam adat mereka, adalah tanda bahwa tanah itu ada dalam penguasaan mereka. Dan keberadaan kebun sudah sejak lama, ditu­runkan terus-menerus dari nenek moyang. Biasanya di mana kebun dibangun, di situ terdapat bivak sederhana untuk berisitirahat. Penguasaan kebun menjadi cara orang Tobelo mendeteksi asal muasal nenek moyang mereka satu sama lain.

Misalnya, seperti dusun sagu yang ada di Kali Meja, dulu nenek moyang mereka pernah

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar