Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 13:21:49 WITKabar Kampung

Riwayat Dusun Raja Suku Tobelo Dalam

bisa mencukupi untuk hidup.

Seorang anak muda bernama Yustus Porang di kampung Dodaga, masih kelas 3 SMA tetapi sudah punya kebun kelapa. Hasil dari pembagian kebun oleh ayahnya. Panen kelapa setiap empat bulan sekali. Setiap panen ia menyewa orang lain dari kerabat dekatnya terlebih dulu, untuk mengambil (memanjat) kelapa. Satu anak muda bisa memanjat setidaknya 30 pohon kelapa dalam sehari.

Anak muda yang ada di kampung Dodaga rata-rata sudah menikah pada usia antara 17 sampai 20. Namun soal mata pencarian setelah menikah sepertinya tidak ada masalah, karena orang tua pada umumnya sudah membagi kebun kelapa untuk anak-anaknya, dan ter­masuk untuk keluarga anaknya.

Anak muda khususnya laki-laki di kampung Doda­ga, dusun Rai Tukur-tukur dan Titipa sangat ulet me­manjat pohon kelapa. Kebanyakan yang menikah di usia muda mengandalkan pendapatan uang dari hasil panen kelapa milik mereka dan juga hasil berburuh ke kebun lain, memanjat pohon kelapa kerabat mereka, atau isti­lahnya “sewa tenaga”.

Kebun kelapa yang ditanam juga sangat banyak, paling sedikit 100 pohon, dan ada yang sampai 3000 pohon kelapa. Dengan jumlah itu, membutuhkan orang untuk membantu memanjat pohon kelapa. Selain kebun ke­lapa, ada juga yang menanam pisang, ubi-ubian, jagung, dan sayur-sayuran. Pengelolaan tanaman pendek ini biasanya dilakukan oleh perempuan. Mereka biasanya kalau ke kebun membawa saloi (keranjang dari rotan) untuk mengambil kayu bakar dan juga hasil lainnya dari kebun. Ada juga hasil kebun yang dijual di pasar seperti ubi, dan diolah menjadi sagu bakar. Sayur-sayuran juga dijual di pasar minggu yang berlokasi di daerah trans SP 4 sekarang.

Selain kelapa, ada kebun lansa (langsat). Dulunya masyarakat di kampung Dodaga dikenal sebagai peng­

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar