Pulau Obi yang Kaya Kini “Telah Ludes”

By Kabar Pulau 01 Jun 2017, 11:19:17 WITKabar Malut

Pulau Obi yang  Kaya   Kini “Telah Ludes”

tuk eksplorasi nikel PT. Obi Prima Nikel  dengan luas konsesi 2.357,00 hektar. PT. Mega Surya Pertiwi masuk Harita Group.  Selain tambang,  ada juga  izin IUPHHK-HA   masing-masing  PT. Bela Berkat Anugerah masuk Bela Group dengan luas konsesi 33.880,00 hektar PT.Poleko Yubarsons  masuk  Poleko Group dengan luas konsesi 86.599,00  hektar.  PT. Surya Kirana Dutamas dengan luas konsesi 66.230,00 hektar.  PT Telaga Bakti Persada dengan luas konsesi 63.405,00 hektar.

PT Harita Group lewat anak perusahaanya  PT.Mega Surya Pertiwi telah melakukan uji coba (commissioning)  pengoperasian pabrik pengolahan dan pemurnian nikel Pulau Obi, Halmahera Selatan pada Oktober 2016  dengan biaya  investasi sebesar 350 juta US Dolar.

Untuk merealisasikan proyek smelter nikel, Harita Group menggandeng perusahaan dari China yakni korporasi Xinxing Ductile Iron Pipes Co.Ltd. dan perusahaan dari Singapura bernama Qiyun Investment Holdings Pty.Ltd dan Corsa Investment Pte,Ltd.

“Suplai bahan baku mineralnya berasal dari PT.Trimegah Bangun Persada (TBP) dan PT.Gane Permai Sentosa, yang merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Nikel yang terafiliasi dengan Harita Group di Pulau Obi,” jelas Ismet.

Dijelaskan, sesuai penelitian yang dilakukan di daerah Anggai, Airmangga (pemekaran Desa Anggai), Kecamatan Obi dan daerah Amasing Kali, Kecamatan Bacan. Daerah tersebut mempunyai potensi bahan galian emas, batugamping, batubara, pasir besi dan tanah­.

Potensi bahan galian emas terdapat di daerah Anggai dan Airmangga, Kecamatan Obi.  Luas wilayah tambang emas di ke dua daerah tersebut mencapai 100 hektar. Tambang emas di daerah Anggai, Kecamatan Obi cukup ramai. Diperkirakan sekitar 100 kelompok penambang dan lokasinya tidak jauh

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar