Petani Kangkung Gambesi, Bertahan dari Gempuran Abrasi dan Pemukiman

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 07:16:40 WITKabar Kota Pulau

Petani Kangkung Gambesi, Bertahan  dari  Gempuran Abrasi dan Pemukiman

esi  sudah  dijual pemiliknya. Lahan itu  kemudian dibangun rumah sewa atau kos-kosan. Saat ini sebagian dari mereka masih menyisakan sedikit lahan satu atau   dua  kapling untuk ditanami kangkung.   

Meluasnya pembangunan hingga menyebabkan lahan kangkung berkurang turut diakui  Lurah Gambesi Adnan Mukadim. Meski begitu menurutnya berkurangnya lahan  karena  pembangunan   perumahan ini  memiliki dampak positif. Berdirinya rumah sewa atau kos- kosan menambah  warga baru  (Mahasiswa,red)  yang berdomisili di Kelurahan Gambesi. Otomatis meningkatkan daya beli mereka  terhadap   sayur mayur. Mereka  juga mengkonsumsi sayur. Ini menguntungkan petani kangkung.

Menurut  Mukadim  yang  mengancam lahan kangkung warga  saat ini adalah  abrasi pantai  yang  membuat air laut  sudah hampir   masuk  lahan  kangkung.  Karena itu katanya butuh  segera ada pembanguna talud  penahan ombak  yang bisa mencegah  naiknya air laut ke lahan warga.

Hal yang sama dikeluhkan Salma Sida Ketua Kelompok Petani Kangking Maku Sunyinga (Baku Inga). Menurutnya   lahan mereka  terancam  oleh  air pasang. Saat ini  sekitar 20 lahan kangkung milik warga  yang jaraknya  tinggal  tiga meter dari bibir pantai.

Karena  masalah ini dia meminta ada  perhatian pemerintah. Tujuannya   lahan mereka tak hilang  tersapu air laut. Pasalnya  warga  yang menanam kangkung di kawasan ini sejak  1975 lalu itu adalah sumber kehidupan mereka  termasuk untuk  membiayai  pendidikan anak- mereka . Kalau  pemerintah tak membanugun   talud maka  lahan &nbs

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar