Petani Kangkung Gambesi, Bertahan dari Gempuran Abrasi dan Pemukiman

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 07:16:40 WITKabar Kota Pulau

Petani Kangkung Gambesi, Bertahan  dari  Gempuran Abrasi dan Pemukiman

p;selama  ini  mereka  bekerja   dengan  modal dan  usaha sendiri, Tanpa ada  bantuan yang diberikan pemerintah. Terutama dalam menambah modah usaha untuk mengembangkan  agrobisnis ini.  “ Heran juga selama ini perhatian pemerintah terhadap kami  dianggap  sebelah mata.  Padahal dari hasil penjualan  sayur  kangkung  oleh istri-  istri  kami  di  pasar, ikut memberi kontribusi  bagi pendapatan daerah.  Mereka berjualan itu ditagih  retribusi. Itu artinya  kami  juga memberikan  konstribusi pembangunan terhadap kota   ini,” ujarnya  dengan nada sedikit kesal.  Pengalaman dia,  pernah membuat proposal  untuk meminta bantuan  tapi tidak pernah direspon  pemerintah  kota dan provinsi.  

Lahan Kangkung  Dalam Ancaman  Abrasi dan  Konversi Lahan

Lahan  kebun kangkung yang berada  tak jauh dari  pantai Gambesi itu saat ini tenyata menghadapi masalah cukup serius. Ancaman itu adalah abrasi pantai dan semakin menyusutnya lahan  akibat  pembangunan pemukiman. Semenjak  berdirinya tiga kampus yang dipusatkan di Kota Ternate Selatan. Ada sebagian lahan di kawasan ini mulai dialihfungsikan.   

Jamila  (43),  Guru  Aliyah Negeri  Ternate  misalnya, selain profesi sebagai guru, dia  juga membantu suaminya  memanen  kangkung di lahan mereka di Kelurahan Gambesi. Sejak 2004 lalu  Jamila dan suaminya sudah  bertanam kangkung.  Diakui Jamila  rumah yang mereka tempati  saat ini awalnya adalah lahan kangkung yang sudah dibanugan rumah. Ditemui di lahannya Selasa (9/5/17) Jamila  mengakui sebagian besar lahan  di belakang SD Gamb

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar