Petani Kangkung Gambesi, Bertahan dari Gempuran Abrasi dan Pemukiman

By Kabar Pulau 16 Mei 2017, 07:16:40 WITKabar Kota Pulau

Petani Kangkung Gambesi, Bertahan  dari  Gempuran Abrasi dan Pemukiman

ima, sebelum ditanami lahannya  diolah atau  dipupuk . Setelah disebar  pupuk tanah dibiarkan  kurang lebih 2 hari. Setelah  itu proses penanaman  mulai dilakukan. Jika potongan bibit yang ditaman  sudah mengeluarkan tunas. Kembali diberikan lagi pupuk  sampai batang dan daunnya membesar. Dari sini terus   dirawat hingga masa panen  tiba.

Kangkung  juga ternyata  menjadi  sayur yang ditanam turun temurun warga Gambesi. Karena itu tidak salah  petani sayur kangkong di Kelurahan Gambesi telah menjadikan  sebagai sumber  kehidupan  utama mereka. ”Kangkung ini ditanam sejak dulu. Kami tak punya pekerjaan lain  kecuali menanam  kangkung ini,” ujar Dima.

Hal yang sama juga  diuatarakan  Luth  Soleman. Pria yang dipercaya para petani kangkung sebagai  Sekretaris  Kelompok  Tani  Kangkung  Gosolaha Kelurahan Gambesi ini,  ditemui di rumahnya  menceritakan,   proses tanam kangkung ini dilakoninya sejak 1985 lalu. Dia   menanam kangkung sudah  turun temurun. Dari usaha tanam kangkung ini   dia mampu membiaya  dua  anaknya  menempuh studi hingga ke perguruan tinggi . “Dari kangkung  dua  anak saya sarjana. Satu  telah bekerja Pemkab  Taliabu. Satunnya  lagi menjadi  guru di SMA Negeri  Soasio Galela Kabupaten Halmahera Utara,” katanya.  

Dengan  pendapatan rata- rata  dalam berjualan kangkung  per hari  antara Rp300 ribu sampai   Rp500 ribu/ per hari,   sudah  mampu membeli kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sisa yang bisa dibawa  pulang ke  rumah sekitar Rp 200 ribu disimpan untuk kebutuhan pendidikan anak- anak.

Diakuinya , &nbs

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar