Perjuangan Perda Masyarakat Adat Masih Berliku

By Kabar Pulau 28 Agu 2017, 07:04:34 WITEtniq

Perjuangan  Perda  Masyarakat  Adat Masih Berliku

ahkan sampai pada penyelesaian sengketa konflik maupun secara territorial. Prinsip pengelolaannya berbasis kekeluargaan dan gotong royong sebab tanah dalam filosofi masyarakat adat tidak bersifat market  semata.

“Dia adalah satu sistem nilai yang menyatukan tulang-tulang yang retak, maupun tulang-tulang yang jauh terpisah,” ucap Ali yang juga Dosen Fisip UMMU itu.

Sedangkan sistem kemasyarakatan, mereka juga memiliki identitas diri, pengorganisasian yang begitu kuat baik secara sosial, politik dan keagamaan. Hal-hal itulah yang masih tumbuh subur di dalam kehidupan masyarakat adat.

Masih menurut Ali, secara otonomi daerah masyarakat adat memiliki tanah tapi tidak punya hak untuk mengkelola,  di sini ada  relasi antara negara dan masyarakat adat masih sangat jauh, diakibatkan konflik perebutan SDA akibat posisi tawar masyarakat adat lebih murah  dari aktor di luar masyarakat  adat. dengan begitu apa yang terjadi. “Marjinalisasi masyarakat  adat atas hegemoni negara yang di dalamnya terdapat kepentingan koorporasi atas nama negara untuk marketnisasi serta politisasi sering terjadi,” ungkapnya.

Karena itu, harus disusun agenda besar dengan membangun mitra strategis antar lembaga-lembaga sosial lain dalam mendorong percepatan pengakuan, perlindungan hak-hak masyarakat adat di Halmahera Tengah secara khusus dan Maluku Utara umumnya.  

Senada dengan itu, Hendra Kasim pemateri lainnya mengatakan, penyeragaman sistem dari pusat ke daerah inilah menjadi masalah. “Kalau saya mau bilang mesti  harus jujur mengatakan bahwa kita ini satu tapi tidak seragam, jika pikiran ini yang dipakai maka saya percaya teman- teman AMAN tidak perlu berjuang sampai saat ini. Dengan sendirinya masyarakat adat akan muncul dan diakui keberadaannya,”ujarnya.

Karena itu, sistem

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar