Perjuangan Perda Masyarakat Adat Masih Berliku

By Kabar Pulau 28 Agu 2017, 07:04:34 WITEtniq

Perjuangan  Perda  Masyarakat  Adat Masih Berliku

(LBH) Pemuda Malut.  

Kesempatan itu Tomi memaparkan, ada hal penting yang mendorong adanya Perda bagi masyarakat adat. Menurutnya, Perda ini hadir untuk mengatasi masalah yang dihadapi  masyarakat adat dalam mempertahankan ruang, memperjuangkan dan memulihkan hak-hak yang dirampas perusahaan maupun oleh pemerintah. Apalagi konflik dan kekerasan yang dialami  saat ini terus meningkat.

Pada 2016 AMAN,  menemukan kurang lebih 128 konflik dialami masyarakat adat. Terdiri dari 947 keluarga dengan luas area konflik  mencapai 690.558 hektar.

Dikatakan, meskipun UUD 1945 dan Undang-undang sektoral lainnya mengakui keberadaan masyarakat adat, akan tetapi kerap terjadi konflik yang melibatkan masyarakat  adat dalam mempertahankan tanah mereka.

Tomi menilai, perlunya ada pengakuan bersyarat terhadap masyarakat adat oleh Negara. Memang satu sisi  Negara ingin memberikan pengakuan, namun pada sisi lain, negara mencurigai hak-hak adat itu dapat mengganggu kepentingan nasional terutama pemaknaan dalam  pembukaan lahan untuk berkebun.  

“Ini pemahaman yang keliru tentang masyarakat adat dan hak-hak atas tanah dan sumber daya alam. Apalagi pembuat Undang- undang masih menganggap hak  masyarakat adat atas tanah merupakan hak yang diberikan oleh negara. Padahal masyarakat adat bentuk  pengklaiman mereka atas dasar hak leluhur yang sudah ada sejak nenek moyang mereka,”jelasnya.

Ia pun mengatakan, sektoralisme pengaturan masyarakat adat dalam peraturan perundang-undangan pada kenyataannya, peraturan perundang- undangan Indonesia masih berbasis pada kepentingan sektoral.  

Padahal, terkait dengan itu, Konstitusi telah memberikan jaminan secara tegas pengakuan keberadaan Masyarakat Adat dan hak-haknya. Terutama Pasal 18 B ayat (2) mengenai pengakuan Masyarakat A

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar