Perjuangan Perda Masyarakat Adat Masih Berliku

By Kabar Pulau 28 Agu 2017, 07:04:34 WITEtniq

Perjuangan  Perda  Masyarakat  Adat Masih Berliku

Penulis: Supriyadi Sawai/ Volunter Kabarpulau.Com

Upaya untuk terus mendorong pemerintah melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang masyarakat adat di Maluku Utara terus dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara.  Usaha untuk menggolkan Perda ini dimulai sejak 2014 dan 2015 lalu. Sayangnya hingga kini belum juga terealisasi.  

Ketua AMAN Maluku Utara Munadi Kilkoda  Minggu (27/8) saat membuka semiloka yang digelar AMAN mengatakan, Perda Masyarakat Adat di Halmahera  Tengah  yang  digulirkan sejak 2014, tahun 2015 itu telah  masuk Prolegda melalui inisiatif DPRD. Sayangnya  saat paripurna,  ditolak Pemerintah daerah. Beberapa alasan yang sengaja dibuat yakni tidak ada payung hukum UU, dan  dianggap menghalangi investasi.  

Karena situasi  ini AMAN  terus melakukan konsolidasi di tingkat basis, memperkuat masyarakat adat, memetakan wilayah adat dan tata ruang, mengkonsolidasi kelompok masyarakat sipil, membangun gerakan melalui jalur politik dan memperkuat jaringan melalui   isu media.

AMAN menilai, Perda Masyarakat Adat di Halteng penting untuk terus memperkuat kepentingan substansi dari Perda. Karena itu juga AMAN menggelar  Semiloka “Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat di Halmaherah Tengah”.  Kegiatan ini digelar  Hotel Grand Majang, Jalan A. Mononutu, Kota Ternate, Maluku Utara.  Hadir juga perwakilan  komunitas masyarakat  adat di Halteng, Akademisi, Media dan OKP.

Sebagai Narasumber  dari  Direktorat Analisis Hukum dan Advokasi Pengurus Besar (PB AMAN) Tommy Indyan, Direktorat Pusat Studi Masyarakat Kepulauan Universitas Muhammadiyah Malut, Ali Lating.M.A. dan Hendra Kasim, Ketua Lembaga Bantuan Hukum

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar