Penantian Panjang Warga Tobelo Dalam Tayawi

By Kabar Pulau 11 Jun 2017, 09:40:43 WITEtniq

Penantian  Panjang  Warga Tobelo  Dalam Tayawi
Keluarga Mesakh Dorome Kepala Suka Tobelo Dalam Tayawi

o Dalam. Keyakinan  mereka menikah secara resmi itu sama dengan disumpah. Sementara dalam kehidupan mereka sumpah itu adalah sesuatu   yang sangat di takuti  karena berkonsekwensi  pada kematian. ”Keyakinan mereka jika   menikah berarti disumpah dan yang mereka hadapi adalah kematian,” ujar Ateng. 

Ateng yang saat ini menjadi tokoh agama di warga Tobelo Dalam Tayawi  mengaku, sudah menjelaskan  kepada warga yang  sebagian masih hidup berpindah-pindah di tengah hutan Bayrorai dan Kali Tayawi.Namun mereka kukuh  tak mau menikah resmi. Akhirnya rencana    menikahkan mereka secara massal   pun gagal.  Ateng  juga mengaku sudah menjelaskan berulang kali bahwa menikah  resmi  tidak  menyebabkan kematian. Malah kalau di agama  menganjurkan  seperti itu. Meski demikian banyak warga Tobelo Dalam takut jika dinikahkan secara resmi seperti itu.

Tak hanya  soal KTP dalam pendirian rumah secara menetap juga  warga Tobelo Dalam juga belum merasakan. Mereka saat ini trauma dengan program pembuatan rumah warga pasca  konflik. Pasalnya, pasca peristiwa itu,  ada program  pembangunan rumah warga Tobelo dalam  dibangun di kawasan Tayawi. Sayangnya proyek itu juga gagal. Kontraktor waktu itu hanya membangun badan rumah dari papan berukuran  3x5   meter selebihnya atap dan fasilitas lainnya tidak dibangun akhirnya badan rumah hancur   dihantam hujan dan panas.  Proyek itu sekitar  tahun 2005 lalu. “Waktu itu ada kontakraktor membangun rumah  papan untuk warga Tayawi ini ada 20 unit. Setelah dibangun badan rumah dijanjikan segera didatangkan atapnya.  Tetapi   hingga rumahnya hancur atapnya tak dipasang,” ujar Mesakh Daromo kepala suku Tobelo Dala

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar