Pembentukan Perda Masyarakat Adat Menemui Jalan Berliku

By Kabar Pulau 19 Des 2017, 06:57:21 WITEtniq

Pembentukan  Perda  Masyarakat  Adat  Menemui  Jalan Berliku

Penulis: Supriyadi Sawai/Volunteer kabarpulau.com

Aliansi  Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Malut terus melakukan  advokasi terhadap masyarakat adat di Maluku Utara. Tujuannya  yakni mendapatkan pengakuan dan perlindungan  demi hak-hak mereka.  Bagi AMAN  untuk menuju tujuan itu, perlu ada peran kelompok starategis  terutama dalam kerja-kerja mendorong produk hukum  di daerah. Salah satu yang concern  dilakukan AMAN saat ini adalah,  Perda Masyarakat Adat termasuk  isyu yang masih jauh dari pemberitaan media. 

Untuk mendorong berbagai kelompok strategis tersebut  Kamis  (14/12) pekan lalu  di Ternate, digelar workshop Pembentukan Pokja Masyarakat Adat di Malut. Ini semata-mata  bertujuan mendorong terbentuknya Peraturan Daerah Pengakuan dan  Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat (PPHMA) di Halmaherah Tengah.

Dalam workshop ini menghadirkan dua pembicara yakni Direktur AMAN Munadi Kilkoda dan salah satu  dari Unkhair Ternate Dr Nam Rumkel. Sementara, pesertanya dari Perwakilan Masyarakat Adat Haltim, Halteng dan Halut. Hadir pula pemerintah, media  akademisi serta OKP. “Kita terus mendorong agar segera direalisasikan Perda ini karena dalam konteks bernegara Masyarakat Adat masih lemah posisinya meskipun dalam konstitusi kita mengakuai keberadaan mereka,”  ujar Munadi  memulai materinya.

Di  Maluku Utara katanya, AMAN  terus mendorong PPHMA  dimulai dengan  di Halmaherah Tengah.  Usulan Perda PPHMA ini sejak 2015 dan sudah masuk  pembahasan  dan paripurna DPRD Halteng, hanya saja  gagal disahkan.  Munadi  turut menjelaskan  situasi masyarakat adat di Maluku Utara serta bagaimana  penyebutan mereka. Dalam konteks lokal, masyarakat adat memiliki

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar