NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

maka saat itu juga, menurut Hasim Wahid, Nusantara kehilangan negara kemaritimannya, sejak itulah masyarakat Nusantara terkunci di darat dalam menjalankan proses mata pencariannya. (Wahid dkk 2001 :  6). Saat ini, Indonesia mencoba membuat poros , ada poros Jakarta- Pyongyang, Jakarta-Peking, yang sampai saat ini tidak ada hasilnya. Kini, yang diangkat pemerintahan Jokowi, dengan memakai istilah poros maritim (tol laut). Sampai saat ini Bappenas masih binggung mendefenisikan apa itu poros maritim yang dimaksud Jokowi. Bappenas sendiri beberapa kali menggelar diskusi dengan beberapa pakar dari kalangan perikanan sehingga poros maritim lebih tampak sebagai poros perikanan. Ada juga dari kelompok budayawan yang ingin menjadikan poros maritim sebagai budaya maritim. Hal ini mengakibatkan Bappenas kesulitan menentukan arti dari poros maritim yang resmi. Perencanaan pembangunan nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago, mematangkan konsup ini dengan membuat focus group discussion. Rencananya akan menggabungkan pemikiran bersama-sama, termasuk dari Bappenas, Praktisi, serta kalangan penggiat pelabuhan.

Singapura, kata Siswanto, adalah international maritime center. Di negeri pulau ini, seluru perusahan di dunia berkantor dan membuka  cabang di sana,  termasuk asuransi maritim. Selain itu, broker-broker kapal dunia pun ada di Singapura. Suku bunga industri pelayaran di Singapura sangat bagus sehingga armada kapal negeri itu termasuk dalam lima besar dunia. Karena itu, Neptune Orient Lines (NOL) di Singapura adalah perusahan besar yang setara dengan perusahan Maersk dari Denmark.

Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Bapenas  yang menjadi motor penggerak utama program tol laut mencoba menjabarkannya. Untuk merealisasikan program tol laut, setikdaknya membutuhkan 24 pelabuhan. Perinciannya, dua hubungan internasional, enam pelabuhan utama, dan si

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar