NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

h luas, bandingkan dengan daratan. (Wahid dkk 2001 : 5).

Sudah saatnya kita merumuskan kembali strategi-strategi kultural kita di bidang maritim. Sudah waktunya kita memaknai kembali maritim adalah sumber kemakmuran masa depan. Laut pasifik misalnya, adalah masa depan perekonomian dunia. Amerika dan Cina agresif melakukan inventasi- inventasi di perairan ini. Bahkan, negara-negara tetangga kita juga ikut waspada dan siap melakukan manuver ekonomi dengan memanfaatkan perairan Pasifik yang berhadapan langsung dengan Timur Indonesia. Malaysia, kita tahu sangat hirau akan pulau-pulau di sekitarnya. Kita pasti ingat kasus pulau Sipadan dan Ligitan. Bahkan, Singapura juga membuat museum- museum yang aktif umtuk membeli keramik-keramik dan harta karun lainnya yang didapat dari kapal-kapal karam yang kandas di perairan-perairan kita, Mulai selat Gelasa, Bangka-Belitung sampai perairan Cirebon. Sementara kita tak bergerak ke mana-mana. Suda terlalu lama kita memakai cara berpikir darat. Masalah- masalah kebijakan pemerintah selalu menggunakan cara berpikir darat. Hal ini terlihat seperti lebih ingin membangun jembatan selat sunda dibandingkan membangun pelabuhan- pelabuhan yang nyaman dan penambahan kapasitas dalam menampung kapal-kapal besar, bahkan Indonesia sendiri hampir tidak memiki kapal yang bisa diandalkan. Tak ada keinginan menghidupkan pelabuhan- pelabuhan rakyat kita, mulai Jepara, Makassar, Batam, Cirebon, Buton, Bitung, Sorong, dan masi banyak lagi. Tidak ada tujuan untuk memajukan pelayaran-pelayaran rakyat. (Herliany dkk 2013 : 12-13).

Poros Maritim dan Tol Laut

Dalam sejarah archipelago, ada dua negara besar yang menguasai dan mampuh mengontro hasil kekayaan yang ada di wilayah Nesantara. Kedua negara itu adalah Sriwijaya dan Majapahit. Pasca Majapahit, ketika angkatan laut Demak dikalahkan oleh angkatan laut Portugis,

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar