NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

kedua daerah tersebut dipisahkan dengan mengaitkan masing-masing kepada dua etnis politik yang berbeda yakni Hindia Belanda dan Malaya Inggris. Padahal, sejak abad ke-7 sampai ke-13, keduanya disatukan dalam kuasa politik maritim Sriwijaya. Kedua, selat Sunda yang menghubungkan daerah Lampung di bagian selatan Sumatra dan daerah Sunda di bagian barat Jawa. Penyatuan keduanya terjadi pada masa Kesultanan Banten pada abad ke-16 dan abad ke 17. Ketiga, laut Jawa yang mengaitkan bagian selatan pulau Kalimantan, tepatnya Lembah Sungai Negara, dengan Jawa. Lembah tersebut adalah satu-satunya di pulau besar itu dengan kepadatan penduduknya relatif lebih tinggi. Sebagian besar penduduk adalah pendatang dari Jawa. Daerah itu memiliki hubungan dengan Jawa sejak zaman Majapahit. Keempat, laut Pulalah yang menyatuhkan Makassar dan daerah pedalamannya dengan serangkayan pelabuhan yang berada dibawah kekuasaan Kesultanan Makassar, diantaranya Selayar dan Buton, Samarinda dan Kutai di Kalimantan Timur, dan Sumbawa di kepulauan Sunda Kecil. Kesultanan Bima, di bagian paling Timur Sumbawa, sejak dulu menjadi bawahan Makassar. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, daerah-daerah itu dimasukkan dalam suatu sistem administrasi yakni Zuid Celebes en onderhorigheden (Sulawesi Selatan dan negeri-negeri bawahannya). Kelima, laut Maluku yang berhadapan dengan laut Philipina serta dekat dengan Mindanau dan kepulauan Sulu, menghubungkan beberapa pulau rempah-rempah seperti Banda, Ambon, Seram, Buru, Ternate, dan Todore. (Hamid 2013 : 4-5). Dilihat dari beberapa selat di atas maka, dipastikan bahwa Indonesia adalah negara perairan yang kesulitan untuk mengontrol wilaya teritorial yang terbentang dari Timur Indonesia Pulau Papua sampai Aceh dan bagian Utara Indonesia Miangas hingga ujung Selatan Pulau Rote.

Membangun Paradigma Maritim

Dalam pengantar buku Tome

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar