NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

angkan Indonesia yang mengacu pada makna negara kepulauan harus diganti dengan konsep negara bahari atau buana bahari, yaitu negara laut yang memiliki banyak pulau. 

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas yaitu sekitar 587.000 km2. Jarak dari barat ke timur lebih panjang dari pada jarak antara London dan Siberia sebagaimana yang digambarkan oleh Multatuli. Indonesia merupakan kawasan kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau besar dan kecil. Termasuk dalam kawasan kepulauan ini adalah pulau-pulau besar seperti Sumatra, Java, sekitar tiga perempat Borneo, Sulawesi, kepulauan Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Separoh bagian barat dari pulau Papua, serta dihuni ratusan suku bangsa. Pulau-pulau ini terbentang dari timur ke barat sejauh 6.400 km dan sekitar 80 persen dari kawasan ini adalah laut. Dalam daerah yang demikian luas ini, terkandung keanekaragaman baik secara geografis, ras maupun kultural yang seringkali menjadi kendala bagi proses integrasi nasional. Dengan konstruksi kewilayahan yang semacam itu laut merupakan unsur dominan dalam sejarah Indonesia. (Suroyo dkk 2007 : 8-9). 

Ambang Batas Laut NKRI dari Masa ke Masa

Mengapa wilayah NKRI harus diperjuangkan sampai hari ini ? perlu dicatat, ketika 69 tahun yang lalu, Indonesia diproklamirkan sebagai negara yang merdeka, batas wilayah laut Indonesia mengikuti “teritoriale Zee en Marieteme Kringen Ordonnantie 1939” (Staatsblad. 1939 No. 442). Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejau 3 mil dari garis pantai. Ini menunjuhkan bahwa, kapal asing dengan bebas berlayar di laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

Untuk memperjuangkan NKRI, pada 13 Desember 1957 Perdana Mentri Djuan

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar