NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

ontrolan wilayah yang sangat luas. Seluas itulah wilayah kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. (Muljana 2006 : 174). Seiring perkembangan ekonomi dan politik di kawasan barat Nusantara, tampil Kesultanan Malaka yang tepat berkedudukan di jantung maritim Asia. Dengan kedudukan strategis itu menarik perhatian kekuatan maritim Eropa, khususnya Portogis, mengontrol kawasan dan kekuatan politik tahun 1511. Dengan kebijakan laut tertutup (mare clausum)  yang dijalankan oleh Portugis. Di bagian timur Nusantara tampil kesultanan Makassar  dengan politik laut bebas (Mare Liberum) yang berhasil mengukir kisah sukses paling cepat dan spektakuler dalam sejarah Indonesia, kata Anthony Reid. Lebih ke timur lagi, Kesultanan Ternate dan Tidore tampil megah di laut dengan armada lautnya, kora-kora. Perebutan samudera, meminjam istilah Lapian, antara kekuatan-kekuatan pribumi dan asing terkait dengan penguasaan komoditi utama perdagangan dunia di negeri itu, yakni rempah-rempah (cengkih dan pala). Kisa kejayaan maritim pribumi itu perlahan surut seiring kedatangan Portugis dan Spanyol, kemudian Inggris dan Belanda. (Hamid 2013 : xii-xiii).

Indoneisa adalah negara kepulauan atau archipelagic state. Kata archipelagic sering diterjemahkan sebagai “kepulauan” yaitu kumpulan pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut. Dalam kata archipelagic dan kepulauan memiliki perbedaan yang fundamental. Istilah archipelagic berasal dari bahasa latin “archipelagus” yang berasal dari kata archi yang berarti utama dan pelagus yang berarti laut, sehingga memiliki arti “laut utama”.  Istilah ini mengacu pada laut tengah pada masa Romawi. Oleh sebab itu makna asli dari kata archipelago bukan merupakan “kumpulan pulau”, tetapi laut di mana terdapat sekumpulan pulau. Menurut Lapian, konsep archi-pelagic state yang dikemb

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar