Ngade, Tempat Wisata dan Kegundahan Para Petambak

By Kabar Pulau 31 Agu 2017, 09:37:15 WITKabar Kota Pulau

Ngade, Tempat  Wisata dan Kegundahan Para Petambak

n matinya ikan ikan mereka

Suami dari Nurlaila  (43)  ini terlihat agak resah karena   hujan turun hampir sepanjang hari. Firdaus  wajar kuatir  karena ketika hujan lebat dan air banyak masuk ke danau  kadang   membuat ikan-ikan di tambak mereka mati. Apalagi saat ini di atas tebing-tebing danau Ngade sudah banyak dibangun pemukiman. “Rumah warga dan perumahan    di pinggiran danau itu   menumpahkan semua airnya ke danau  dan  ratusan ekor  ikan akan mati. Ikan yang mati  itu bukan sedikit harganya,” ujar Nurlela  

Curah hujan dan mengalirnya air dari ketinggian juga  mengakibatkan becek naik ke permukaan  danau akhirnya  air danau menjadi   keruh.  Kalau air hujan ditumpahkan dari  peruamahan di tepi danau masuk badan danau maka ikan akan mati   karena tak mendapat oksigen. “Sementara ikan  di luar jaring lari  menepi ke pinggiran danau mencari oksigen,” tambahnya.

Lantas sejak kapan mereka mulai merintis usaha tambak ikan di danau Ngade ini?. “Awalnya  2003 pertama kali kami membuka tambak, pakai modal sendiri,” imbuhnya. Kini Danau Ngade sudah menjadi objek wisata seiring hadirnya tambak ikan  di tepi danau ini.Namun kekuatiran akan matinya ikan yang dipelihara terjadi setiap saat.

Firdaus  menceritakan, awalnya banyak tambak berjejeran di tepi danau karena ada bantuan dinas perikanan baik  benih ikan dan pakan. Namun setelah tak ada lagi bantuan  petambak satu persatu gulung tikar. Kini tersisa   4 orang yakni Firdaus, Liming, Ade Hamisi dan satu tambak lagi milik warga Kelurahan Fitu terus bertahan.Dari usaha tambak tepi danau Ngade ini Nurlela  dan suaminya Firdaus mengaku bisa mendapatkan  Rp3 juta se

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar