Ngade, Tempat Wisata dan Kegundahan Para Petambak

By Kabar Pulau 31 Agu 2017, 09:37:15 WITKabar Kota Pulau

Ngade, Tempat  Wisata dan Kegundahan Para Petambak

 dan lezatnya sajian ikan bakar itu, terselip kegundahan yang mendalam  karena kondisi danau yang kadang mengancam ikan saat hujan deras.   

Kala   bertemu   Limin  M (56), pria   bertubuh tegak, berkulit  sawo matang  itu   membersihkan sampah  plastik   yang masuk  di tambaknya. Selain membersihkan sampah, Limin juga mengangkat  ikan  yang mati dalam tambaknya. Hujan lebat berapa hari  sebelumnya menyebakan kematian benih benih ikan dalam tambaknya. “Kalau hujan terus ikan akan mati karena air naik”, katanya. 

Di tambaknya  dia beternak beberapa  jenis ikan seperti    lele, mujair,  mas dan ikan patin.   Dalam    membiayai usahanya ini,  ia rela  menjual lahan kebunnya seharga Rp150 juta.    Ini karena tak lagi mendapat bantuan dari Dinas Perikanan Kota Ternate.  Dia mengaku  awalnya  diberikan bibit 1000  ekor   ikan pada 2002  oleh Dinas Perikanan Kota Ternate. “Sekarang  sudah tidak lagi dapat bantuan,” katanya.

Usaha tambaknya  ini, bisa  ada pendapatan  tergantung   pengunjung yang datang ke Danau Ngade. Jika dalam sehari tak ada pengunjung maka Limin dan istrinya tak punya  penghasilan.” Kalau orang datang berarti dapat penghasilan” katanya saat ditanyai soal usaha rumah makannya yang menyajikan mujair bakar itu.

Tak hanya Limin, di danau ini  ada beberapa petambak lain yang  usahanya hanya berharap  pengunjung yang datang   makan di  rumah makan  mereka.  

Adalah Firdaus M (53) saat dikunjungi di rumah makan sederhananya tak jauh dari tambaknya memiliki keluhan yang sama soal ancama

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar