Melihat Pulau Mare, Pusat Pembuatan Gerabah di Maluku Utara

By Kabar Pulau 05 Mei 2017, 08:17:58 WITKabar Kampung

Melihat Pulau  Mare,  Pusat Pembuatan Gerabah  di Maluku Utara

dihiasi pepohonan seperti kelapa mangga dan pala yang ditanam  warga setempat.

Pulau ini tak hanya menjadi  penghasil gerabah. Sebab hingga  2000 an, terdapat  banyak rusa liar yang hidup di Pulau  Mare. Namun, seiring waktu karena banyak diburu untuk dikonsumsi  dagingnya, rusa- rusa itu  kini telah punah. Salah satu penyebab punahnya rusa di di Pulau  ini karena  perburuan liar yang dilakukan  masyarakat  dari luar Mare  yakni  Tidore dan  Ternate. “ “Sekitar 5 tahun lalu rusa masih terlihat bermain di belakang rumah kami,” ujar Ahmad Yusuf tokoh masyarakat  Maregam. 

Lantas dari  mana asal  warga yang mendiami Pulau Mare saat ini?. Pertanyaan ini dijawab  oleh warga  setempat  bahwa  mereka adalah  asli pulau Mare. Pulau Mare yang dulunya  masuk  Kecamatan Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku   karena   pemekaran sehingga statunya  berganti  menjadi pulau Mare  dan masuk   Kecematan Tidore Selatan Kota Tidore.

 Orang  Mare yang  dianggap penduduk asli pulau itu, dahulunya berdiam di atas gunung dalam perkampungan yang disebut fola igo  atau rumah kelapa. Kini orang Mare telah bertambah dan telah membangun dua buah kampung, yaitu  Maregam di bagian timur pulau, dan kampung Mare Kofo di bagian barat. Di  Maregam   jumlah penduduknya 500 jiwa lebih  terdiri dari 100 kepala kelurga dengan  80 rumah. Di sana terdapat sebuah masjid   musholah serta    SD   dan SMP. Selain gerabah di Pulau Mare  juga  bisa dilihat  lumba-lumba  pagi dan sore hari.   Di pagi hari   lumba-lumba  terlihat   bermain di depan kampung M

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar