Melihat Pulau Mare, Pusat Pembuatan Gerabah di Maluku Utara

By Kabar Pulau 05 Mei 2017, 08:17:58 WITKabar Kampung

Melihat Pulau  Mare,  Pusat Pembuatan Gerabah  di Maluku Utara

i. Barang-barang ini dibuat di rumah mereka masing-masing. 

Karena pembuatan yang masih manual itu,   gerabah yang dihasilkan juga hanya  sekitar lima jenis saja. Salah satu kendala mengapa  Mare tidak menghasilkan gerabah modern adalah keterbatasan  teknologi pembuat gerabah. Padahal seorang peneliti dari Jepang bernama Akary pada 1979 pernah melakukan penelitian  kualitas tanah liat di pulau ini. Dari penelitiannya dia menyimpulkan  bahwa kualitas  tanah di Mare tidak kalah dengan tanah liat penghasil gerabah lainnya di Indonesia.”Dia meneliti  waktu itu  selama hampir dua tahun,” cerita  Bambang Mahmud warga Mare Gam.

 

Penjualan  Gerabah Mare ke Pelosok Maluku Utara

Lantas ke  mana gerabah- gerabah ini dijual setelah proses pembuatan selesai?  Ternyata    dijual ke Halmahera, Sorong hingga pulau Seram. Penjualannya dilakukan setiap 3 bulan satu kali dengan menggunakan kapal motor kayu selama kurang lebih 20 hari. Dalam sekali penjualan,  masyarakat mengangkut 1000 lebih gerabah yang dimiliki  setidaknya 4 kepala keluarga. Satu buah gerabah dijual dengan harga Rp 20 sampai Rp70 ribu tergantung jenis barangnya. Hasil dari penjualan semua gerabah yang didistribusikan  biasanya mencapai Rp20 juta.

 

Pulau Mare dan Kekayaan Lainnya

Menurut masyarakat  setempat, nama Mare berasal dari  kata “MORE” atau dalam bahasa Tidore   berarti “dia ini  yang menunjuk pada  seorang perempuan ”. 

Topografi  pulau ini  berbukit dan berbatu baik di dari daratan  hingga ke pesisir pantainya. Di puncak  gunung  sebagian besar ditumbuhi alang-alang. Selain itu di bagian tengah pulau

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar