Melihat Pulau Mare, Pusat Pembuatan Gerabah di Maluku Utara

By Kabar Pulau 05 Mei 2017, 08:17:58 WITKabar Kampung

Melihat Pulau  Mare,  Pusat Pembuatan Gerabah  di Maluku Utara

kerajinan gerabah sebagai  sumber pendapatan  utama.  Gerabah yang dihasilkan masyarakat Mare Gam  masih tergolong tradisional. 

Dari hasil kreasi mereka ada  beberapa peralatan selalu  dibuat oleh warga setempat. Yakni Forno  (tempat membakar sagu), bura-bura  (bahasa Tidore) atau ngura-ngura (bahasa Ternate) Alat ini digunakan sebagai wadah penutup membuat kuliner. Ada juga  hito dalam bahasa Tidore   tempat pembakaran dupa, selain itu ada beberapa jenis belanga dan kuali.   

Perkakas tersebut memiliki peranan penting dalam melestarikan adat istiadat Maluku Utara.  Forno misalnya merupakan alat percetakan sagu. Forno  adalah bagian dari  perjungan ketahanan pangan di Maluku Utara. Bura-bura menjadi alat yang digunakan untuk memasak kuliner khas Maluku Utara  seperti kue apam dari Ternate, lapis Tidore dan Sanana. Sementara hito dan pasangannya menjadi dua perkakas yang digunakan saat tahlilan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Sendok gerabah digunakan untuk membakar arang dan hito digunakan untuk menaruh arang yang sudah dibakar bersama   kemenyan.

 

Tentang Proses Pembuatan Gerabah

Ada yang unik dari proses pembuatan gerabah di  oleh masyarakat  Mare Gam. Masyarakat  setempat  percaya bahwa pembuatannya harus dilakukan oleh perempuan. Mitosnya, jika laki- laki yang terlibat mengerjakan gerabah maka tidak mendapatkan  keturunan atau mandul. Mitos ini diyakini warga setempat  akhirnya hingga kini pembuatan gerabah ini hanya dilakukan oleh perempuan

Meski demikian laki-laki memiliki peranan tersendiri dalam proses pembuatannya yakni mengambil tanah liat dan memasarkan gerabah  yang telah jadi. ”Ya itu keyakinan masyarakat di si

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar