Melihat Perempuan- perempuan Tangguh Pulau Kolorai

By Kabar Pulau 21 Feb 2019, 07:33:58 WITKabar Kampung

Melihat Perempuan- perempuan  Tangguh   Pulau Kolorai
Perempuan Kolorai: Ikan hasil tangkapan Nurhayati dan suaminya diborong ibu-ibu untuk dijual kembali, mici photo

rat maka jalan hidup yang ditempuh adalah menggantungkan seluruh   harapan itu dari laut.  

Mereka  tidak hanya mencari ikan,  tetapi juga menggerakan usaha  lainya di bidang perikanan   yang  memiliki nilai  tambah lebih untuk  pendapatan. Contoh paling konkrit adalah pulau Kolorai dulunya  adalah sebuah pulai penghasil rumput laut   terkenal di Maluku  Utara. Rumput laut dari pulau ini tidak hanya dijual di tingkat local Morotai dan Maluku Utara tetapi melalui beberapa pengusaha   Manado Sulawesi Utara, berton-ton  rumput laut dijual ke Sulut. 

Cerita sukses tentang rumput laut di pulau ini memang mengalami pasang surut.  Warga Pulau ini mengalami masa jaya produksi rumput laut sekitar 1999 sampai 2003.  Sebelum   konflik horizontal   menghantam sejumlah wilayah di Maluku Utara, rumput laut Kolorai menjadi  sumber  pendapatan utama warga  setempat.   Seiring waktu karena serangan penyakit ice-ice yang luar biasa mereka tak bisa lagi  mengandalkan rumput laut sebagai sumber pendapatan. Tidak itu saja warga pulau ini benar-benar  tidak lagi mengusahakan rumput laut dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika kabarpulau menyambangi pulau ini akhir Oktber 2018 lalu, warga desa ini kembali mencoba dengan membuat percontohan menamam kembali rumput laut.  Mereka sedang giat-giatnya    menanam  rumput laut di kawasan  laut antara Kolorai dan Dodola.  Dibantu Balai  Latihan Masyarakat (BLM) Ambon yang memiliki wilayah kerja sampai ke Maluku Utara,   mereka mencoba kembali menanam rumput laut. Dalam kegiatan ini  lagi-lagi perempuan  menjadi tulang punggung. Puluhan perempuan  menyiapkan media tanam, mengikat bibit sampai ikut turun ke

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar