Melihat Perempuan- perempuan Tangguh Pulau Kolorai

By Kabar Pulau 21 Feb 2019, 07:33:58 WITKabar Kampung

Melihat Perempuan- perempuan  Tangguh   Pulau Kolorai
Perempuan Kolorai: Ikan hasil tangkapan Nurhayati dan suaminya diborong ibu-ibu untuk dijual kembali, mici photo

pencaharian utamanya itu mengaku juga melakukan hal yang sama yakni turun ke laut membantu suaminya  menjaring ikan jika  stok ikan untuk bahan ikan  asin habis. 

Di temui di Minggu siang di akhir Oktober akhir 2018  lalu, Maryani   tidur- tiduran di bawah pohon ketapang tepi pantai di depan rumahnya. Dia  mengaku, siang itu sedang menuggu suaminya   turun  menjaring ikan tak jauh dari pulau Kolorai. Perahu milik suaminya yang   menjaring ikan, juga masih kelihatan  dari  tempat Maryani  beristrahat.  Hari itu Maryani mengaku tak  mengolah ikan   asin  karena sedang kehabisan bahan baku. “ Sudah beberapa hari ini torang (kami,red) belum bikin ikan asin karena kehabisan stok. Sementara menunggu suami saya pulang menjaring ikan. Jika ada hasil   akan dibuat ikan  asin” katanya.

Maryani menjadi satu- satunya warga Kolorai yang masih tetap mengolah ikan  asin. Saat ini sebagian besar pengrajin ikan asin telah beralih usaha. Kalaupun masih bertahan sebagian besar   membuat kelompok pengrajin ikan asin.

Maryani dan suaminya Muhammad memilih tak ikut membuat kelompok .”Kami usahakan sendiri saja, Saya selalu membantu suami  untuk membuat ikan asin. Buatan saya dan  suami masih  diminati. Nyatanya setiap ada tamu atau  berbagai kepentingan buah tangan,  pemerintah desa selalu mengambil ikan asin buatan kami,” katanya.  Aktivitas Maryani  juga  nyaris sama  dengan perempuan umumnya di Kolorai. Pasalnya  tidak hanya membuat ikan asin tetapi   turun langsung  menjaring atau mengail ikan bersama suaminya.

Keseharian perempuan- perempuan di Kolorai terbilang  tangguh. Menjalani hidup di tengah keberbatasan sumberdaya di da

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar