Melihat Perempuan- perempuan Tangguh Pulau Kolorai

By Kabar Pulau 21 Feb 2019, 07:33:58 WITKabar Kampung

Melihat Perempuan- perempuan  Tangguh   Pulau Kolorai
Perempuan Kolorai: Ikan hasil tangkapan Nurhayati dan suaminya diborong ibu-ibu untuk dijual kembali, mici photo

sp;tidak   ada rasa  lelah.   Yati bergegas melemparkan   sauh   ke laut tanda perahu telah sandar.  Perahu fiber bermesin 25 PK (power horse)  saat sandar di pantai yang tak jauh dari tambatan perahu desa Kolorai itu, langsung dikerubuti warga  yang akan membeli ikan. Ikan yang didapat laris terjual Rp200 ribu. Sekira  tiga jam  mereka sudah mendapatkan uang  sebanyak  itu dan  ikan   makan siang hari itu.

“Seperti inilah pekerjaan kami membantu suami  bersama turun ke laut karena bagian dari mencari uang. Jika ada hasilnya menjadi uang belanja sehari-hari. Sudah jadi kebiasaan ibu-ibu di sini (Kolorai,red) jika mau mendapatkan uang cepat  ikut membantu suami menjaring ikan atau mengail,” ujar Yati usai ikannya laris terjual.   

Apa yang dilakoni  perempuan Kolorai seperti  Nurhayati ini,  adalah bagian dari cara hidup yang sudah berlangsung turun temurun. Cara ini dilakukan karena hidup di pulau sekecil Kolorai  dengan keterbatasan sumberdaya dan pekerjaan hanya sebagai nelayan,  memaksa  mereka harus gesit dan lincah melihat   peluang.  

Pekerjaan ini hampir setiap saat dilakoni. Tak sekadar  membantu suami mencari nafkah. Lebih dari itu menjadi sebuah pekerjaan yang  bermanfaat  juga bagi  mereka.  “Torang nikmati karena  karena torang  juga dapa doi (uang,red) ,” ujarnya lagi.   Yati   adalah satu diantara banyak perempuan di pulau Kolorai Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, yang selalu membantu suami turun ke laut mencari ikan.

Lain   pula cerita Maryani  Muhammad. Perempuan  yang   satu-satunya  mengolah  ikan asin sebagai mata

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar