Konflik Pilkades di Halsel Cukup Memiriskan

By Kabar Pulau 20 Jan 2017, 15:03:48 WITKabar Kampung

Konflik Pilkades di Halsel Cukup Memiriskan

baru  setelah kandidat mereka kalah  dalam Pilkades.  

Konflik yang terjadi ini  disesali berbagai kalangan karena proses politik di desa sudah begitu rusak.  Koordinator Snakmarkus Halsel, Djadir  M Saleh mengatakan,  apa yang diungkapkan   Akmal Ibrahim tidak mencerminkan sebagai salah satu wakil rakyat. "Ingat, belum ada pencabutan morotorim tentang pemerkaran,” ujarnya. Kepala  Dinas Pemberdayaan  Masyarakat  Desa (DPMD) Bustamin Soleman   membenarkan  bila keluarnya 76  KK itu atas inisiatif mereka. Mereka keluar bersamaan dengan kandidatnya kalah dalam Pilkades.  "Saya sudah konfirmasi Plt Kades Yusuf Ismail. Dia membenarkan  keluarnya  masyarakat bukan karena diusir.  Itu inisiatif mereka sendiri membangun dusun baru,"terangnya.

Konflik Pilkdes ini belum juga usai. Saat ini   kurang lebih 10 kepala desa belum juga dilantik bisa           dilantik. Penyebabnya karena proses saat Pilkades yang berakhir konflik  sehingga tidak ada ujung penyelesaian 10 desa yang kepala desanya belum dilantik itu adalah  Tawabi,  Pulau Gala, Waya, Marabose, Wayaua Bisori, Geti Lama,  Bori,  Matuting Tanjung  Wayatim.

Lalu sampai  kapan proses demokrasi di tingkat bawah ini bisa  mendidik  rakyat menjadi demokratis  dan bermanfaat bagi pembangunan dan kemaslahatan ummat?  Kita tunggu saja.(aji)  


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar