Ketika Tobelo Dalam Menerima Qurban dari BMH

By Kabar Pulau 07 Sep 2017, 13:35:12 WITEtniq

Ketika Tobelo Dalam Menerima Qurban dari BMH

. Perjalanan lebih dari 6 kilometer dengan jalan yang rusak. Di tepi sungai, beberapa isteri dan anak-anak orang Togutil menunggu rombongan BMH.

Untuk sampai di sana, rombongan harus melewati sungai deras setinggi dada orang dewasa. Perjalanan berlanjut menuju bivak. Sesampai di sana, Eli mulai membuat perapian, Hein mengambil bambu dan membersihkan daging qurban di sungai. Daging yang dipotong-potong dimasukan ke dalam bambu lalu dimasak begitu saja di api yang telah dibuat oleh Eli.

Eli, menggunakan Bahasa Tobelo mengatakan, bivak yang dikunjungi ini adalah tempat tinggal sementara mereka saat berburu rusa dan mencari getah damar untuk dijual ke warga Desa Woda. Selain itu, lokasi tersebut untuk mereka bertemu dengan warga desa.

“Tempat tinggal masih masuk jauh ke dalam hutan,” kata Eli.

Senja mulai turun. Rombongan BMH mulai berpamitan. Warga Tobelo Dalam mulai berkemas. Memikul beberapa sembako dan daging kurban ke dalam hutan untuk dibagikan ke keluarga yang masih di dalam.

 

10 tahun Belum Meresakan Hewan Qurban

Pada tahun 1990, pemukiman Desa Woda berlokasi di dekat sungai yang tak jauh dari hutan orang Togutil.  Hingga pada tahun 1992 mulai terjadi banjir. Sebab, lokasi pemukiman tidak jauh dari sungai. Pada tahun 2004, Desa Woda mulai tertata dengan baik.

“Tahun 1995, banjir besar. Sekira 2 meter lebih banjir. Kami kesulitan. Hingga tahun 2004, kami mulai pindahkan desa di lokasi yang sekarang ini,” Kata Sekretaris Desa Woda Adnan Usman.

Mereka mulai berbenah, membangun desa, mendirikan rumah secara gotongroyong. Sejak 2004, masyarakat Woda belum pernah mendapat rezeki qurban seperti yang diberikan BMH ini.  Hanya pada tahun 2007 pernah dilakukan, saat itu karena sekretaris desa yang yang ama membayar niatnya.

“Saya m

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar