Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

dupan mereka.

Menilik kondisi kerusakan  lingkungan akibat eksploitasi  hutan dan tambang di Obi bisa  dilihat dari data riset  Forest Watch Indonesia (FWI)  yang dirilis  awal 2018 lalu. Hasil riset  berjudul  Deforestasi Tanpa Henti itu, menggambarkan bahwa kondisi deforestasi  dan perusakan lingkungan di Obi  cukup serius.  Riset di tiga provinsi  masing-masing Sumatera Utara Kalimantan Timur dan Maluku Utara di mana  menjadikan Obi sebagai pusat pengamatan,  ditemukan adanya aktivitas perusahaan yang menimbulkan kerusakan cukup serius dengan  sejumlah pelanggaran. 

Mufti Barri, Program Manager  FWI menjelaskan,  berdasarkan status Kawasan Hutan di Obi  dapat diduga bahwa daratan  di Pulau Obi sebagian besar   diperuntukkan untuk dieksploitasi. Khususnya  pemanfaatan kayu-kayu yang berasal  dari hutan alam.  Penelusuran FWI menemukan bahwa 70 persen daratan pulau ini berstatus hutan produksi  dan 13 persen berupa hutan produksi yang dapat di konversi. Selain itu, ditemukan juga wilayah pertambangan yang mencapai 49 persen dari luas daratan pulau ini.  Tingginya penguasaan lahan  oleh korporasi di Pulau Obi  akan menjadi bom waktu konflik sosial, khususnya konflik antara masyarakat dan perusahaan industri ekstraktif (pertambangan dan HPH).  “Untuk total luas izin pertambangan di Pulau Obi mencapai 126 ribu hektare  atau 49 persen dari luas pulau.  Sementara itu izin HPH mencapai 145 ribu hektare atau 56 persen dari luas pulau,” tambahnya.

Analisis tutupan lahan tahun 2017 yang dilakukan FWI menemukan bahwa dari 186 ribu hektare luas wilayah yang telah dikuasai perusahaan ada sekitar 19 ribu hektare, atau hanya sekitar 10 persen , adalah perkebunan yang selama ini menjadi

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar