Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

rakit. 
Risman menceritakan, setelah banjir  kedua  sempat dibangun jembatan  darurat menggunakan  kayu. Jembatan ini  dibangun  siswa- siswa SMA, dengan   tujuan bisa menjadi  sarana  penghubung  bisa ke sekolah.

Hal yang sama juga terjadi  saat banjir  ketiga  8 Maret  lalu.  Banjir  kembali merusak jembatan  darurat  yang ada  dan hingga kini belum ada perbaikan 

Atas kondisi yang miris itu, dia  berharap   Pemerintah Provinsi Maluku Utara   dan beberapa perusahaan di Pulau Obi   tidak menutup mata dengan masalah ini. 
“Kami meminta aparat penegak mengecek lebih lanjut dan memporses  pelanggar  hukum. Terutama   yang merusak lingkungan,” desak Muhammad Risman. Mereka  juga mendesak   baik perusahaan tambang maupun HPH   keluar dari pulau Obi  karena menjadi  biang rusaknya lingkungan.  “Dugaan kami PT.Poleko Yubarson  telah mencaplok  hutan Pulau Obi.   

Begitu  juga permasalahan  perusahaan  pertambangan  di Kawasi  Pulau Obi  juga menyimpan masalah.  Saat ini  pulau Obi  semua sudah dikapling. Sementara masyarakat  lingkar perusahaan  tidak mendapatkan sesuatu,” katanya.  Karena itu perlu ada ketegasan  pihak berwenang jika hak masyarakat diabaikan  seperti itu.   Masyarakat  sekitar perusahaan banyak  berprofesi sebagai petani dan nelayan tetapi  jika tanah  berkebun dan laut  sebagai tempat mencari hasil laut  tercermar akibat limbah perusahaan  pertambangan   tentu  menjadi masalah baru dan  ancaman    kelangsungan  kehi

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar