Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

sp;di Obi  ada PT Telaga Bakti, PT Poleko Group . di Obi sampai Obi Selatan di   ada perusahaan tambang PT ANTAM  PT Harita dan beberapa lainnya.   Beroperasinya perusahaan ini katanya berdampak  langsung terhadap lingkungan. Dalam tiga tahun berturut turut 2016,2017 dan 2018 Pulau Obi selalu dilanda banjir besar dan menyebabkan  sarana prasarana mengalami kerusakan. Sudah begitu,  pasca banjir tidak ada perhatian terhadap  kerusakan yang ditimbulkan.

“Lebih miris lagi pasca kejadian sampai saat ini belum ada bantuan bagi warga yang dilanda banjir. Mereka hanya didata tetapi tak ada realisasi bantuan,” katanya.  Dia bilang lagi  pulau Obi yang kaya ditandai dengan eksploitasi massive tambang  dan hasil kayu,  tetapi jalan keliling  saja belum ada.  Akses antardesa juga sebagian masih terisolasi. “Belum ada jalan keliling pulau Obi. Belum lagi infrastruktur lainnya,” katanya.

Eksploitasi masiive dan  bencana yang terulang  tidak membuat semua pihak memberi perhatian terhadap kondisi Obi.  Risman bilang, kasus banjir  susulan  17 Oktober  2017  ­lalu yang mengakibatkan jembatan penghubung desa Jikotamu dan Desa Buton  roboh. Tapi sampai saat ini belum mendapatkan perhatian pemerintah Halmahera Selatan dan  Provinsi Maluku Utara. Pemerintah daerah hanya beralasan defisit anggaran lalu dijanjikan  dibangun  di 2018 ini. Meski  sudah dijanjikan,   belum ada  realisasinya.

“Dampak  rusaknya jembatan  penghubung, baru-baru ini ada warga yang tewas setelah jatuh dengan kendaraanya pada 18 Maret 2018 lalu,”jelasnya. Bahkan karena terputusnya jembatan ada pasien atau warga yang sakit berat dan hendak dibawa ke Puskesmas harus diseberangkan menggunakan

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar