Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

h kerja 86.599 hektar,” katanya. 

Perusahaan  menurut mereka, menebang kayu secara serampangan menyebabkan  banjir besar dan meluluhlantakan beberapa desa di Obi dua tahun lalu. Perusahaan kayu juga menurut  para  peserta aksi,  menebang  kayu hingga ke bibir sungai. Akibatnya  banjir  bandang terjadi  5 Desember 2016 membuat tiga desa yakni Laiwui, Desa Buton dan Desa Akegula tenggelam.   Begitu juga tempat ibadah, sarana pendidikan, hingga sarana pelayanan kesehatan,  perkantoran, pasar  dan harta benda  hilang  dibawa banjir.  

 

Dalam orasi itu mereka juga menyinggung bahwa  Obi dieksploitasi dari  zaman Orde Baru  dan menyumbang untuk pembangunan Kabupaten Maluku Utara waktu itu. Mereka  menyebut Bandara Babullah di Ternate kantor bupati  Maluku Utara (dulu) adalah bagian dari eksploitasi kayu di Obi. Karena Obi juga  hadir Bank Indonesia di Ternate zaman itu.

 

Tokoh Pemuda Obi Rustam Ode Nuru secara terpisah bilang,   kekayaan alam  yang dieksploitasi dari Obi begitu besar seharusnya sebanding dengan pembangunan nya. Tetapi  faktanya bisa dilihat   kondisi pulau Obi  hari ini.    

 

Dia lantas mempertanyakan keseriusan perusahaan dan pemerintah membangun dan membuka isolasi   di Pulau Obi. Apalagi katanya   hamper semua lahan sudah dikapling oleh korporasi tambang dan IUPHK. Akhirnya membatasi ruang hidup masyarakat local.  “Ini menjadi persoalan serius. Lihat saja saat ini berapa perusahaan tambang dan kayu  beroperasi dan menguasai   lahan di Obi. Sementara fakta  pembangunannya jauh dari harapan masyarakat,” cecarnya .

Dia menambahkan, yang beroperasi &nb

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar