Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

Tambang Sentosa masuk Harita Group dengan luas konsesi 2.325,00 hektar. Eksplorasi nikel PT. Obi Prima Nikel  dengan luas konsesi 2.357,00 hektar. Ada juga PT. Mega Surya Pertiwi yang masuk Harita Group.  

Selain tambang,  ada juga  izin IUPHHK- HA   masing-masing  PT. Bela Berkat Anugerah masuk Bela Group dengan luas konsesi 33.880,00 hektar PT.Poleko Yubarsons  masuk  Poleko Group dengan luas konsesi 86.599,00  hektar.  PT. Surya Kirana Dutamas dengan luas konsesi 66.230,00 hektar.  PT Telaga Bakti Persada dengan luas  konsesi 63.405,00 hektar.

PT Harita Group lewat anak perusahaanya  PT.Mega Surya Pertiwi telah melakukan uji coba  (commissioning) pengoperasian pabrik pengolahan dan pemurnian nikel Pulau Obi, Halmahera Selatan pada Oktober 2016  dengan biaya  investasi sebesar 350 juta US Dolar.

Untuk merealisasikan proyek smelter nikel, Harita Group menggandeng perusahaan dari China yakni korporasi Xinxing Ductile Iron Pipes Co.Ltd. dan perusahaan  dari Singapura bernama Qiyun Investment Holdings Pty.Ltd dan Corsa Investment Pte,Ltd.

“Suplai bahan baku mineralnya berasal dari PT.Trimegah Bangun Persada (TBP) dan PT.Gane Permai Sentosa, yang merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Nikel yang terafiliasi dengan Harita Group di Pulau Obi,” jelas Ismet.(*)    


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar