Keanekaragaman Hayati Teluk Buli Terancam

By Kabar Pulau 09 Jan 2018, 13:04:33 WITLingkungan Hidup

Keanekaragaman Hayati Teluk Buli  Terancam

i sebelah timur Gotowasi yang  tidak berpenghuni, telah dijadikan tempat tujuan wisata dengan gazebo-gazebonya. Sebenarnya pulau itu merupakan habitat bagi penyu untuk bertelur. Pada malam hari saat musim bertelur, sekitar 5-7 ekor penyu mendatangi Pulau Plun untuk bertelur. Masyarakat mengambil telur di pulau tersebut untuk dijual atau dikonsumsi sendiri. Pulau Lelewi, yang terletak di sebelah timur Pulau Plun dan berhadapan dengan lautan Pasifik, juga menjadi habitat penyu untuk bertelur. Masyarakat Buli biasanya menangkap penyu untuk diambil daging maupun telurnya.

Dugong merupakan mamalia laut yang biasa merumput di padang lamun. Biota ini pernah terlihat di padang lamun Tanjung Tapalo. Namun masyarakat  desa tidak terbiasa mengkonsumsi daging dugong karena  bentuk tubuhnya yang besar dan menakutkan menurut mereka.

Pada kesempatan seminar ini, kepala dinas pariwisata Haltim bapak Hardi Musa menyampaikan bahwa pemda melalui dinas pariwisata akan meneyerahkan aset pemda yang ada di pulau Plun kepada pemerintah desa Gotowasi untuk selanjutnya dikelola oleh desa melalui kelompok Bumdes.

Anggota DPRD Haltim Bahri Hayun menyarankan agar desain pariwisata di tanjung Tapalo dan pulau Plun harus ada kerja sama antara Dinas Pariwisata Haltim, Pemerintah Desa Gotowasi dan Yayasan SEMANK. Senada Asisten II Setda Haltim   Jai Mandar mendesak agar   ada Perdes yang mengatur tentang pengelolaan dan pelestarian ekosistim pesisir dan laut. Sementara Kepala Desa Gotowasi sangat berharap agar perencanaan pengelolaan pelestarian pesisir dan laut  harus  masuk dalam RPJMDes  sehingga ke depan   lebih fokus dalam aksi pelestarian lingkungan.  

Dalam seminar kampung  itu menghasilkan salah satu kesepakatan penting yaitu kesepakatan mendasain Daerah Perlindungan Laut (DPL) sebagai sala

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar