Keanekaragaman Hayati Teluk Buli Terancam

By Kabar Pulau 09 Jan 2018, 13:04:33 WITLingkungan Hidup

Keanekaragaman Hayati Teluk Buli  Terancam

tihan Konservasi Ekosistem Pesisir dan Laut,  Pelatihan Pembibitan   dan Penanaman Mangrove,  serta  studi  ekologi ekosistem.  Hasil studinya kita seminarkan dalam bentuk seminar kampung pada  5 Januari 2018   di kantor desa Gotowasi. Seminar kampung ini menghadirkan seluruh warga desa Gotowasi termasuk siswa-siswi Madrasah Aliyah, MTs, dan SD di desa Gotowasi bersama  unsur pemerintah  

Sementara untuk hasil studi ekologi yang dilakukan  mendapatkan fakta bahwa di daerah Gotowasi  terdapat 12 genera terumbu karang, sebanyak 9 famili  dengan 18 jenis mangrove dan lamun sebanyak 2 famili dengan 12 jenis. Sementara  data  Kementerian  KKP jenis lamun yang terdapat di Indonesia sebanyak 12 jenis dan 12 jenis itu semuanya terdapat di desa Gotowasi. Beberapa spesies  ditemukan kritis dan prioritas juga di temukan di kawasan ini seperti penyu hijau (Chelonia mydas), duyong (dugong dugon), Akar Bahar, Ikan Napoleon, Teripang (mentimun laut), Kima (T.gigas) dan beberapa burung yg hidup di kawasan Mangrove seperti burung pantai. Keberadaan ekosistem ini berada di daratan/pesisir dan beberapa pulau disekitarnya. Luas hutan mangrove di Gotowasi dan sekitarnya sebesar 1.830 hektar.

Sepanjang pesisir Desa Gotowasi sampai Waci merupakan habitat bertelur penyu, lokasi bertelur penyu betina di Desa Gotowasi antara lain di Tanjung Tapalo. Musim bertelur adalah bulan April sampai Juni atau Juli. Jumlah betina yang bertelur antara 1-2 ekor/malam sampai 5-6 ekor/malam. Hasil temuan juga masyarakat Desa Tewil (tetangga Desa Gotowasi) tidak hanya mengambil telur penyu, tetapi mereka juga menangkap penyu untuk diambil daging dan telur yang masih ada di dalam perutnya (dikonsumsi), sedangkan kulit dan tempurung untuk aksesoris.

Sementara di Pulau Plun, d

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar