Kampung di Tengah Hutan Lindung Tagafura

By Andhy EH 24 Des 2016, 21:39:07 WITKabar Kampung

Kampung di Tengah Hutan Lindung Tagafura

utanan waktu itu langsung menetapkan kawasan ini menjadi  hutan lindung. Baginya  hutan lindung ini  mengekang   masyarakat  tidak bisa lagi mengembangkan kebun. Tidak itu saja,  lahan-lahan yang ada juga tidak bisa diurus sertifikatnya karena  sudah masuk   kawasan lindung.  “Sampai saat ini    tanah kebun kami ini hanya bisa dipakai. tidak bisa dimiliki,” kata lurah. Meski begitu katanya untuk tanah dan rumah bisa diurus sertifikatnya  karena diberikan kelonggaran. 

 Kalaodi sendiri dulu kampung induknya di Soasio Ibu Kota Tidore. Tetapi setelah diemekarkan Kalaodi berdiri sendiri,  Pertanyaanya ketika sudah begitu lama kampung- kampung ini ada  kenapa   ditetapkan masuk  kawasan lindung. Meski begitu katanya karena  sudah masuk kawasan lindung  masyarakat turut menjaga alam dan lingkungannya.

Sesuai data Dinas Pertanian, Kehutanan Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kota Tidore  Kepulauan  luas hutan lindung  Tagafura  mencapai   2.513.08 hektar. Luasan ini  masuk dalam 3 kecamatan yakni Tidore Selatan,  Tidore Timur dan Tidore Utara.  Hutan lindung ini di tengah-tengahnya ada Kalaodi yang saat ini sudah tidak bisa lagi ada pengembangan lahan usaha pertanian maupun  kegiatan lainnya.  

Keterbatasan lahan ini  terbaca jauh sebelumnya oleh pendahulu   Kalaodi.  Terutama  dalam  hal pengembangan lahan usaha. Karena itu  masyarakat setempat berpikir melakukan transmigrasi. Di mana  sebagian warga ke Halmahera.

 Sejak tahun 1960  warga

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar