Kampung di Tengah Hutan Lindung Tagafura

By Andhy EH 24 Des 2016, 21:39:07 WITKabar Kampung

Kampung di Tengah Hutan Lindung Tagafura

membangun rumah  beton,” kata Abdurahman  Ali   tokoh  masyarakat. Kalaodi  ditemui awal September lalu. Diceritakan, di bawah 1986 belum ada akses jalan dibuka   ke  Kalaodi. Karena itu warga hanya mengandalkan  jalan  kebun   dengan berjalan kaki yang menanjak.  Setelah akses dibuka 1992  warga  sudah mudah  melakukan aktivitas apa saja. ”  kalau membangun  rumah  beton sangat  sulit   mengangkut  materialnya.  Semen, pasir,  bahkan   batu harus dipikul dari  Soasio  atau dari  Rum dengan jalan menanjak sekitar 3 kilometer. Kayu saja kita harus pikul,” katanya sedikit mengenang.

Sekarang meski seluruh material dibeli, warga sudah enak jika membangun rumah.  Ada mobil  pengangkut material naik sampai ke Kalaodi. Karena itu,  tidak heran rumah warga juga sudah berubah.

“Awalnya  warga lebih banyak membangun rumah dengan material  bambu  karena  di Kalaodi ini  ada lahan khusus tanaman bambu..Ini menjadi bahan baku rumah warga di sini,” katanya.

Kampung ini masuk dalam kawasan Hutan lindung Tagafura yang ditetapkan  Pemerintah sejak 1982  Untuk penetapan kawasan lindung ini  agak meresahkan warga  karena   menyusahkan mereka dalam  berkebun.  “Kalau Kepala Kampung Kami  Yunus S Hadi  yang  menjabat  sebagai Kades 1971 1972 itu masih hidup, dia mungkin  menolak  kampung kami dimasukkan   wilayah hutan li

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar