Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa dan Drama Kekuasaan Maluku Utara

By Kabar Pulau 11 Jan 2017, 17:52:04 WITSastera

Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa   dan Drama Kekuasaan Maluku Utara

ioti dan penduduk lainnya terseret ke pusaran konflik itu. Ia yang pada dasarnya tak suka rusuh tak bisa berkutik menyaksikan saudara-saudaranya saling bunuh. Mioti menjadi saksi sejarah redupnya Ternate, negerinya, yang dihajar Spanyol. Belum cukup dengan itu, ia pun melihat Banda yang lumat dilabrak armada Jan Pieterszon Coen. Angin selatan pun berhembus balik arah seperti dilukiskan dengan mantap oleh Pramoedya Anantar Toer tentang kemunduran kerajaan-kerajaan kecil di Jawa dalam Arus Balik.

 

**

Lalu apa kaitannnya masa lalu, novel Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa, Arus Balik dan kekinian Maluku Utara? Berkaca pada sejara masa lalu sebagaimana di uraikan Romo Mangun dalam novelnya, Maluku Utara saat ini berada dalam situasi yang hampir serupa dengan cerita yang tetap sama yakni ”Drama Kekuasaan”.

 

Persaingan elit untuk memperebutkan kursi kekuasaan, telah menempatkan penduduk ke dalam pusaran konflik. Masyarakat berada dalam polarisasi basis politik yang tidak sehat. Pada tingkat rural pemilih tradisional maupun kelas menegahnya cenderung terpolarisasi kedalam kelompok suku dan sub suku berdasarkan asal calon, bukan karena visi, pikiran-pikiran dan track record dari masing paket calon.

 

Hal ini diperparah dengan interpretasi yang keliru dalam memaknai kebebasan berdemokrasi. Rakyat menafsirkan kebebasan menurut kriterianya sendiri, sementara para politisi menterjemahkannya menurut kamus mereka masing-masing. Atas nama pembelaan kepentingan rakyat, para politisi berjuang habis-habisan, sementara dalam kerangka logika rakyat, banyak tindakan politisi yang tidak berkenan kepada rakyat.


Sebagaimana dalam literatur-literatur dunia barat baik mazhab Anglo-Saxon maupun Eropa Kontinental yang teori-teori dasarnya berawal dari masa Yunani d

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar