Hukum Tanah di Rimba Halmahera

By Kabar Pulau 26 Okt 2017, 14:12:44 WITKabar Kampung

Hukum Tanah di Rimba Halmahera

cara simbolik adalah penanda awal status kepemilikan privat di area tersebut. Setelah ada proses Tola Gumi, lalu masuk fase berikut, Ruba Banga, dengan melibatkan warga setempat untuk babari [seperti gotong royong], mereka membersihkan lahan lalu menanaminya dengan tanaman jenis apa saja. Sejak itu, status kepemilikannya diakui oleh komunitas.

Lahirnya Undang-undang Pokok Agraria, dan dulu ada land reform, tak pelak melahirkan kejutan baru bagi komunitas ini. Sejarah mereka yang sengaja dihilangkan sejak ratusan tahun silam, serta tradisi yang makin tercerabut dari akarnya, menimbulkan efek yang lumayan kuat. Kisah tentang mereka hanya bisa kita bayangkan sambil membaca Ikan-Ikan Hiu Idohoma YB Mangunwijaya, tentang tragedi di Teluk Kao, serta Aimuna dan Sibori, novel berlatar pembantaian pohon cengkeh dan pala (extirpatie), yang ditulis Hanna Rambe.

Padahal, Joel S Kahn, mengutip Herder, menyebutkan, bangsa dan tradisi merupakan keseluruhan yang hidup yang eksis dalam ikatan organic dan karenanya secara simultan para individu bersama  seluruh keunikannya harus diperhatikan. 

Artinya, status mereka harus menjadi perhatian bersama. Sayangnya, merumuskan hak atas tanah hari ini seau merujuk ke UU. Artinya, “Hak yang memberi wewenang kepada seseorang yang mempunyai hak untuk mengambil manfaat atas tanah itu. Hak atas tanah berbeda dengan hak penggunaan atas tanah." Dengan hadirnya negara dan UU-nya, posisi indigenous people macam Modole ini makin tersudut.

Mereka tak hanya tersudut oleh hukum negara. Sejak lama, koonialisme juga memangkas hak-hak mereka. Selain tentunya persinggungan dengan warga dari klan lainnya. Hikayat turunnya sub etnik Modole dari Talaga (danau) Lina ke wilayah Kao Barat, dan persinggungan budaya dengan kelompok lainnya, kemudian menjadikan proses akulturasi berjalan selam

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar