Gigihnya Petani Hortikultura di Pulau Ternate

By Kabar Pulau 30 Agu 2017, 05:29:31 WITKabar Kota Pulau

Gigihnya  Petani Hortikultura di Pulau Ternate

nanam  awal 2017  lalu itu  hanya  mengisi waktu karena belum ada pekerjaan lain.  “Karena tidak ada kerja terpaksa harus bertanam,” katanya.

Menanam ini juga hanya  belum ada bantuan atau apapun dari pemerintah.  ”Awal saya membuka lahan sudah ada  petugas yang datang mengambil gambar  dan meminta data, tapi sampai sekarang belum juga ada bantuan,” keluhnya.  

Rukmini lantas berharap ada bantuan pemerintah untuk kebutuhan lahannya. Ini karena untuk perawatan, olah  tanah dan tanaman dia   biayai sendiri  “Harga obat-obatan untuk tanaman itu mahal-mahal jadi butuh banyak biaya,” ujarnya. Harganya juga  terus  naik karena  banyak petani yang membutuhkan. Lahan  seluas  1 hektar  tak sendiri  digarap dibagi  dengan dua kerabatnya.

Selama masa  tanam,  Rukmini 3 kali memanen hasilnya. Sekali panen bisa didapat Rp 300 ribu samapai Rp420 ribu.  

Senada diungkapkan Hi Bakar Tabalola (56 tahun). Petani tomat dan  cabai  Kelurahan Rua ini mengaku  mengutamakan menanam tomat karena dianggap  lebih menguntungkan. Jika  saat panen harga di atas  Rp5000 petani masih mendapat keuntungan.  Jika harga di bawah  Rp4000  maka dipastikan rugi.  Ruginya   jika  hujan lebat terus menerus, karena   bisa terjadi gagal panen. Lahan kurang lebih 2 hektar  miliknya  itu  saaat ini diusahakan bersama keluarganya.  Usaha menenam tomat ini dirintis  sejak 2002 lalu. Dari 2 hektar lahan  untuk hortikultur  1 hektar,  sementara  1 hektar   diisi  tanaman tahunan pala dan durian.

Dari menanam  tomat,    dipanen  5 sampai  6 ton untu

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar