Gigihnya Petani Hortikultura di Pulau Ternate

By Kabar Pulau 30 Agu 2017, 05:29:31 WITKabar Kota Pulau

Gigihnya  Petani Hortikultura di Pulau Ternate

ahlan.

Dahlan menceritakan  upayanya membuka lahan ini dengan modal sendiri.  Usahanya  tersebut belum ada dukungan modal  dari pemerintah.  “Belum ada bantuan dari Pemerintah Kota Tenate.  Penyuluh juga belum ada yang datang membantu atau memberkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Terutama dalam mengelola lahan dan mengatasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman mereka.

”Padahal di sini masih banyak lahan  kosong yang tapi tidak dimanfaatkan,” ujar Dahlan. 

Seharusnya kata dia, ada keterlibatan penyuluh mendukung upaya petani. Tujuannya petani bisa berhasil. Petugas perlu  memberikan pemahaman kepada  petani  dalam menanam  guna mencukupi kebutuhan pasar.  Dengan  begitu tomat dan cabe   tak perlu lagi didatangkan  dari  Bitung Sulawesi  Utara.

Dia mengaku sepenuhnya tak menyalahkan  pemerintah atau penyuluh.  Ini karena kesadaran bertani  masyarakat juga kini mulai hilang. Sebagian warga lebih beralih profesi. “Banyak  yang memilih    ngojek atau tukang batu.  Ini  karena mereka menganggap bertani itu kotor,” imbuhnya..

Dahlan mengaku lebih menggeluti profesi sebagai  petani cabe karena jika menanam  misalnya masa panenenya 3 sampai 9 bulan. Sementara tomat  dipanen satu atau dua kali sesudahnya harus ditanam ulang.

Upaya bertahan menjadi petani di tengah gempuran keterbatasan modal juga  dilakoni Rukmini. Ibu 54 tahun ini saat di temui di lahannya  meski  di bawah  terik matahari, dia memetik buah sayur kacang panjang yang dia tanam.  Sayur yang dipanen   rencana dijual ke warung makan untuk para pekerja di  PLTG Kelurahan Kastela.

Rukmini  yang mengaku baru  mulai me

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar