Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

By Kabar Pulau 29 Jan 2018, 18:10:09 WITOpini

Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

ksumur, Cornelis Lay menyampaikan bahwa : etnis, agama, uang dan jabatan birokrasi masih menjadi taruhan dalam setiap kontestasi pilkada. Artinya pilkada sebagai momentum berdemokrasi belum menjadi syarat bagi kemajuan bangsa ini sebagaimana cita-cit awal proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Bahwa sebuah negara gagal mencapai kesejahteraan dan kemakmuran, tidak lagi terletak pada aspek geografis, faktor budaya dan perbedaan iklim semata. Institusi politik-ekonomi yang inklusif-lah menjadi faktor penentu kesenjangan kemiskinan kaya dan miskinnya suatu negara. Adapun negara yang institusi politiknya ekstraktif, cenderung tinggal menunggu waktu saja untuk terjebak pada jurang kemiskinan dan instabilitas politik. Hal inilahyang mengantarkan sebuah negara menuju negara gagal pada akhirnya (Acemoglu-Robinson, 2015).

Lalu pesta demokrasi kita menghasilkan institusi politik yang manakah?Ataukah kita hanya terjebak pada mimpi-mimpi utopia belaka ketika meninggalkan kearifan lokal kita. Padahal jejak-jejak kultural kita juga tak kalah dengan praktek demokrasi modern. Untuk itulah domestikasi demokrasi menjadi sebuah keniscayaan agar demokrasi lebih membumi bagi kita. MilanKundera berkata bahwa hakikat perjuangan politik sesungguhnya adalah perjuangan melawan lupa.


Wallahua’lam.


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar