Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

By Kabar Pulau 29 Jan 2018, 18:10:09 WITOpini

Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

kita sebagai basic platform menuju demokrasi. Pengalaman altruistik itu ternyata dalam sejarah nusantara berada di titik timur yaitu Jaziratul Muluk. Sejarah kekuasaan di Maluku Utara diawali dengan angka tahun 1255 sebagai sebuah pactum unionis pada perjanjian Foramadiahi atau sampalo lalu dilanjutkan dengan penunjukkanKolanoBaab Mashur Malamopada 1257 sebagai pactumsubjektionis-nya.Halmana hanya selisih setahun kemudian Baghdad jatuh di bawah kekuasaan Gulaghu Khan dari Mongol (1258). Dua fakta yang dapat diajukan sebagai titik awal berdemokrasi di Maluku Utara adalah fenomena bobato nyagimoi-setufkange(dewan 18) di Kesultanan Ternate dan monumen Pulau Masinam, Papua adalah monumen altruistikSultan Tidore terhadap peradaban di nusantara.Dewan 18 ini adalah representasi 9 Soa (komunitas) yang ada di Malukudimana masing-masing soa diwakili dua orang wakilnya yang duduk dalam dewan 18 tersebut. Merekalah yang mengangkat sultan dan menetapkan aturan kenegaraan. Kesultanan dengan sendirinya tidak mengenal putra mahkota dalam arti kekuasaan tidak otomatis sebagai warisan. Juga sultan tidak berkuasa absolut karena dapat dikritik oleh rakyat melalui mekanisme legu kadaton. Legu kadaton disampaikan oleh rakyat kepada sang sultan dalam bentuk dora-bololo(pepatah dan panduan etika kehidupan),dengan mengutamakan adat sopan santunnya. Adapun selama berlangsung legu kadaton maka Sultan diwajibkan mendengarkan kritik tersebut dan tidak diperkenankan meninggalkan kursinya. Karena mengabaikan legu kadaton berakibat sultan dapat di impeachment oleh Dewan 18 dan Komisi Empat (Komisi Ngaruha atau FalaRaha). Dengan demikianpraktek kekuasaan ini menandai monarki konstitusional dan demokrasi ada dalam tataran lokal kitadimana kritik mendapat tempat dengan t
Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar