Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

By Kabar Pulau 29 Jan 2018, 18:10:09 WITOpini

Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

ng silih berganti. Paul Kennedy menulis The RiseandFallof The Great Powers[1987] mencatat akan hal tersebut. Kennedy menggambarkan sejak Dinasti Ming,  era Muslim, Jepang dan Russia hingga Eropa dan fenomena superpower modern bipolar dewasa ini silih berganti seiring zaman. Pertanyaan substantif adalah mengapa negara gagal?

Sekilas lintas dengan deskripsi di atas dapat kita simpulkan bahwa demokrasi bukanlah hal baru dalam diskursus peradaban manusia. Tetapi demokrasi senantiasa mengalami cacat dalam prakteknya.  Lalu mengapademokrasi masih menjadi wacana hingga hari ini dan bahkan banyak negara yang gagal melaksanakannya dengan baik ?

Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, Demokratiskah?

Mengamati proses demokrasi Indonesia, Azyumardi Azra menulis kolom dengan sangat keras sebagaipolitik korup.Disebut cacat demokrasi (flowdemocracy), sebagai politik korup yang tercemar karena keputusan, langkah diwarnai tindakan koruptif yang merugikan konstituen dan publik (Kompas,11 Januari 2018).Terakhir kita dihebohkan dengan celoteh LanyalaMataliti (Jawa Timur) maupun Brigjen.PolPurn. Siswandi (Kandidat Walikota Cirebon)lalu kisruh saling pecat di internal Partai Hanura yang menjadi viral di media masa tentang mahar politik. Terlepas dari benar atau tidak, hal tersebut mengindikasikan bahwa ada proses awal yang membuat sistem berdemokrasi kita cacat. Belum lagi sekian banyak kepala daerah(33 gubernur dan bupati/walikota) yang sepanjang periode Jokowi-JK terjerat kasus korupsi.

Kita sering beranggapan bahwa dengan berbagai produk hukum akan mengantar bangsa ini semakin demokratis, dan lupa bahwa dimensi etika dan sosiologis kultural lainnya sebagai basic platform utama untuk menuju demokrasi.Dengan praktek seperti apa yang ada sekarang pada dasarnya kita sedang menggiring ban

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar