Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

By Kabar Pulau 29 Jan 2018, 18:10:09 WITOpini

Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil.

1684-1721] dan Jean JacquesRousseau[1772-1778].

Juga sosiolog Robert N. Bellah dengan tegas menyatakan bahwa praktek demokrasi konstitusional itu dikenal dunia modern berawal dari era Madinahdibawah kepemimpinan Nabi Muhamad SAW, dengan diperkenalkannya Konstitusi Madinah yang terdiri dari 62 pasal tersebut.Bellah bahkan menyebut  Konstitusi Madinah ini sebagai terlalu modern untuk ukuran zamannya. William Montgomery Watt juga mencatat bahwa konstitusi ini adalah hal pertama yang dikenal dalam peradaban manusia. Karena Konstitusi Madinah sendiri menjamin secara konstitusional akan kebebasan atas perbedaan warga negaranya, baik etnik maupun keyakinannya, karena ada 13 suku Yahudi penduduk Madinah selain kaum Muhajirin [pendatang] dan kaum Anshar [penduduk aseli]dimana penguasa memperoleh mandat secara sah untuk menjaga dan memelihara kebebasan tertanggung jawab tersebut.Kota Madinah bertarikh tahun 622 adalah tahun hijrahnya Nabi dari Mekkah ke Yastrib, nama Madinah sebelumnya[Lihat: Piagam Madinah&uudnri 1945, Prof.Dr. H. Ahmad Sukardja,SH.MA, Jakarta.2012].

Kemudian Rousseau, Thomas Hobbes dan John juga Montesqieau dalam teori-teori kontrak sosial [perjanjian-masyarakat]nya juga mensyaratakan  adanya teori delegasi dari rakyat terhadap kekuasaan untuk melaksanakan tata pemerintahan yang mandatoris. Adanya pactum unionis dan pactumsubjectionisatauvolontegeneraledanvolontespeciale disertai pemisahan lembaga-lembaga negara agar terkontrol dengan baik. Tentu saja tesis-tesis sendiri adalah antitesa terhadap kekuasaan berbasis feodal otoritariandimana kekuasaan dianggap memperoleh mandat langsung dari Tuhan [divinestate].

Namun saja hingga hari ini, wacana tentang demokrasi tiada berkesudahan. Bangsa-bangsa besar pun jatuh bangun dalam sejarah dikarenakan mempraktekkan sistem kekuasaan ya

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar