66 Persen Jalan di Maluku Utara Rusak Parah

By Kabar Pulau 28 Apr 2017, 17:24:22 WITKabar Malut

66 Persen Jalan  di Maluku Utara Rusak Parah

yang dibuka di satu pulau  tidak kontinyu,” jelasnya.

Dia mencontohkan,  dalam  pekerjaan  jalan lingkar Pulau Obi tidak pernah selesai karena perencanaan pembangunan yang tidak matang.  Misalnya, ada pembangunan  jalan yang harusnya dimulai  dari titik nol, selanjutnya disambung lagi untuk  tahap berikutnya tapi itu tidak dilakukan.   Banyak pembangunan ruas jalan    tidak   satu  arah.  “Dari Laiwui-  Anggai  di Pulau Obi harusnya jalan  dibangun  dari barat  melingkar ke selatan. Yang terjadi tidak seperti itu.  Jadi menurut saya Pemerintah Provinsi  tidak memiliki  konsep,” sorotnya. Karena itu  Pemprov harusnya  mengkonsepkan  model  pembangunan jalan.    

Dia mencotohkan,  dalam  membangun jalan  tak pernah mempertimbangakn  aspek tekhnisnya. Belum lagi soal  pengawasan yang  tidak  ketat. Akhirnya   jalan banyak yang rusak usai dibangun.  Di  ruas  jalan di Oba Selatan Pulau Halmahera  yang dikerjakan sudah puluhan tahun tidak pernah selesai karena dikerjakan  tidak satu titik.  Akhirnya keinginan  masyarakat   menikmati  jalan yang baik juga tak terpenuhi.  “Yang terpenting   perlu membuka akses dulu. Jadi  jalan jangan  Lapen  tapi sirtu, sehingga badan jalan juga kuat. Yang  terjadi saat ini jalan dibuka  langsung dihotmiks dan lapen. Akhirnya  badan  jalan tidak kuat. Contoh  proyek  jalan Liawui- Anggai Pulau Obi 2015 yang  nilainya Rp10 miliar   diharapkan membangun akses Laiwu Anggai yang disirtu  dulu tapi  yang  terjadi Dinas PU bersama kontraktor membuat kompromi lalu dip

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar